Wali Murid Mengajar di SMA Negeri 1 Rawalo, Tekankan Disiplin dan Manajemen Waktu

SMA Negeri 1 Rawalo kembali melaksanakan kegiatan edukatif melalui program Wali Murid Mengajar yang diselenggarakan pada Selasa, 10 Februari 2026, bertempat di Lapangan Basket SMA Negeri 1 Rawalo. Kegiatan ini diikuti oleh peserta didik kelas X, XI, dan XII dengan antusias.

Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala SMA Negeri 1 Rawalo, Bapak Bambang Yuniarto, S.Pd., M.M. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada para wali murid yang telah hadir dan berkontribusi aktif dalam kegiatan pembelajaran di sekolah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak/Ibu wali murid yang telah meluangkan waktunya untuk hadir dan berbagi pengalaman. Program Wali Murid Mengajar ini merupakan salah satu program positif sekolah yang saling mendukung dengan program-program penguatan karakter lainnya,” ujar Bambang Yuniarto.

Narasumber dalam kegiatan ini adalah Bapak Eko Priyono Lelono, A.Md., wali murid kelas X SMA Negeri 1 Rawalo. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya disiplin sebagai bentuk kesadaran diri, bukan sebagai beban.

“Disiplin itu bukan karena diawasi, tetapi karena sudah menjadi kebiasaan. Ketika kita berhenti di lampu merah meskipun tidak ada polisi, itulah bentuk disiplin yang sesungguhnya,” tutur Eko Priyono Lelono di hadapan para siswa.

Beliau juga mengaitkan nilai disiplin dengan ajaran Islam, khususnya tentang pengelolaan waktu. Setiap manusia memiliki waktu yang sama, yaitu 24 jam, dan bagaimana waktu tersebut dimanfaatkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi.

“Dalam Islam, waktu sangat dimuliakan. Kalian sendiri yang menentukan kapan belajar, bermain, dan beribadah. Gunakan waktu dan kesempatan sebaik mungkin,” tambahnya.

Secara khusus, Bapak Eko juga memberikan pesan motivasi kepada siswa kelas XII agar tetap fokus pada tujuan, memaksimalkan usaha, dan tidak melupakan ibadah.

“Silakan beraktivitas di luar sekolah, asalkan kegiatan tersebut positif dan mendukung cita-cita kalian. Jangan lupa, perbanyak ibadah sunah. Saat sujud dalam salat adalah waktu terbaik untuk memohon kepada Allah SWT,” pesannya.

Melalui kegiatan Wali Murid Mengajar ini, SMA Negeri 1 Rawalo berharap terjalin sinergi yang semakin kuat antara sekolah, orang tua, dan peserta didik dalam membentuk karakter disiplin, religius, dan bertanggung jawab.

Komunitas Belajar “SINAR” SMANRA Gelar Hari Belajar GTK

Komunitas Belajar “SINAR” SMANRA Gelar Hari Belajar GTK

RAWALO – Komunitas Belajar (Kombel) SINAR SMANRA SMA Negeri 1 Rawalo menyelenggarakan kegiatan Hari Belajar GTK SMANRA dengan tema Berbagi Praktik Baik “Kaidah Penyusunan Soal dan Koreksi MCMA”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 9 Februari 2026, bertempat di Aula Barat SMA Negeri 1 Rawalo.

Kegiatan diawali dengan pengumandangan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya yang diikuti seluruh peserta dengan khidmat. Selanjutnya, doa dipimpin oleh Bapak Yulistia Gunawan, S.Pd.I. sebagai bentuk harapan agar kegiatan berjalan lancar dan membawa manfaat bagi seluruh warga sekolah.

Sambutan Kepala SMA Negeri 1 Rawalo pada kesempatan ini diwakili oleh Ibu Noer Aini, S.Pd., selaku Ketua Komunitas Belajar (Kombel) SINAR SMANRA. Beliau menyampaikan terima kasih kepada seluruh Bapak/Ibu guru yang telah hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan Hari Belajar GTK SMANRA. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada narasumber, Bapak Slamet Rijadi, S.Pd., M.Pd., yang telah berbagi praktik baik tentang Kaidah Penyusunan Soal dan Koreksi MCMA.


Dalam sambutannya, Ibu Noer Aini, S.Pd. menyampaikan bahwa melalui kegiatan ini diharapkan para guru dapat mengambil manfaat bersama dalam menyusun alat penilaian yang valid dan berkualitas. Beliau juga berharap agar soal-soal yang akan diujikan kepada peserta didik, baik PSTS maupun PSAT, telah melalui tahap verifikasi oleh kepala sekolah. Kegiatan Hari Belajar GTK SMANRA ini menjadi sarana untuk terus belajar dan mengeksplorasi demi kemajuan SMA Negeri 1 Rawalo.

Penyampaian materi inti Berbagi Praktik Baik “Kaidah Penyusunan Soal dan Koreksi MCMA” disampaikan oleh Bapak Slamet Rijadi, S.Pd., M.Pd. Beliau menjelaskan bahwa penyusunan soal yang baik harus diawali dengan kisi-kisi yang berkualitas.

Syarat kisi-kisi yang baik meliputi:

  • Mewakili kompetensi yang akan diukur.
  • Komponen-komponennya rinci, jelas, dan mudah dipahami.
  • Dapat disusun menjadi soal sesuai indikator dan bentuk soal.

  • Aspek yang perlu diperhatikan dalam menyusun kisi-kisi antara lain:
  1. Urgensi: materi wajib dikuasai peserta didik.
    1. Relevansi: materi dibutuhkan untuk mempelajari bidang lain.
    1. Kontinuitas: materi merupakan kelanjutan dari pembelajaran sebelumnya.
    1. Keterpakaian: materi memiliki nilai guna dalam kehidupan sehari-hari.


Langkah-langkah menyusun kisi-kisi yang baik, yaitu:

  1. Memilih kompetensi dari Capaian Pembelajaran (CP).
    1. Menentukan materi esensial dalam CP.
    1. Menentukan level kognitif sesuai tuntutan kompetensi.
    1. Merumuskan indikator sesuai level kognitif dan bentuk soal.


Selain itu, Bapak Slamet Rijadi juga memaparkan kaidah penyusunan soal pilihan ganda (PG) yang baik berdasarkan Panduan Penulisan Soal Tes Terstandar (TKAA, 2025). Salah satu prinsip penting adalah pilihan jawaban harus homogen, logis, dan tidak mengarahkan peserta didik pada jawaban tertentu. Contoh soal dan pembahasan ditampilkan untuk memperkuat pemahaman peserta.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui diskusi dan tanya jawab. Melalui kegiatan Hari Belajar GTK SMANRA ini, diharapkan para guru SMA Negeri 1 Rawalo semakin terampil dalam menyusun soal yang bermutu, valid, dan sesuai dengan prinsip asesmen yang berkeadilan.