Rawalo, 29 Mei 2026 — SMA Negeri 1 Rawalo kembali menunjukkan komitmennya dalam menanamkan nilai religius dan kepedulian sosial melalui kegiatan “Idul Adha Berbagi 1447 H” yang dilaksanakan pada Jumat, 29 Mei 2026 di halaman SMA Negeri 1 Rawalo.

Kegiatan ini selaras dengan visi SMA Negeri 1 Rawalo, yaitu “Religius, Unggul, Berbudi Luhur, Mandiri, Kreatif, dan Berbudaya Lingkungan.” Momentum Hari Raya Idul Adha dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat nilai keimanan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama.
Pada tahun ini, keluarga besar SMA Negeri 1 Rawalo melaksanakan penyembelihan dan penyaluran hewan kurban berupa:
🐂 1 ekor sapi
🐐 1 ekor kambing
Daging kurban kemudian disalurkan kepada masyarakat di beberapa wilayah sekitar sekolah, yaitu Desa Pesawahan, Banjarparakan, Tambaknegara, Sidamulih, dan Rawalo yang sebelumnya telah menerima kupon pembagian. Selain masyarakat sekitar, kegiatan ini juga melibatkan peserta didik melalui perwakilan dari masing-masing kelas sebagai bentuk pembelajaran karakter dan kepedulian sosial.

Kegiatan berlangsung dengan penuh kebersamaan dan kekhidmatan. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala SMA Negeri 1 Rawalo, Bapak Bambang Yuniarto, S.Pd., M.M., beserta bapak/ibu guru, karyawan, panitia, dan masyarakat penerima daging kurban.
Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah hadir untuk menerima daging kurban.
“Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan begitu banyak nikmat sehingga kita dapat berkumpul bersama pada hari yang penuh berkah ini. Sholawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Baginda Rasulullah Muhammad SAW yang syafaatnya kita nantikan di yaumul akhir nanti,” tutur beliau.

Beliau berharap kegiatan Idul Adha Berbagi ini dapat menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antara sekolah dan masyarakat sekitar, sekaligus menumbuhkan rasa empati dan semangat berbagi di lingkungan SMA Negeri 1 Rawalo.
Alhamdulillah, pelaksanaan kegiatan Idul Adha Berbagi 1447 H berjalan dengan lancar dan penuh kebersamaan. Momentum ini menjadi pengingat bahwa nilai pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian sosial merupakan bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat.

Terima kasih disampaikan kepada seluruh panitia, bapak/ibu guru, karyawan, peserta didik, dan semua pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan ini. Semoga amal ibadah kurban yang telah dilaksanakan diterima oleh Allah SWT dan membawa keberkahan bagi seluruh keluarga besar SMA Negeri 1 Rawalo. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.


Sekolah integritas adalah program unggulan SMA Negeri 1 Rawalo yang berkomitmen membangun karakter dan moralitas seluruh warga sekolah (Guru, Tenaga Kependidikan, dan Murid) sebagai fondasi utama pendidikan. Program ini menegaskan bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari prestasi akademik murid tetapi juga dari kualitas integritas pribadi setiap warga sekolah.

Pada kesempatan pagi yang cerah, warga SMA Negeri 1 Rawalo melaksanakan kegiatan apel pagi dalam rangka Launching dan Deklarasi Sekolah Berintegritas (SBI) SMA Negeri 1 Rawalo. Melalui acara tersebut, kita tanamkan dan wujudkan sekolah yang Jujur, Mandiri, Tanggung jawab, Berani, Sederhana, Peduli, Disiplin, Adil dan Kerja keras (JuMaT BerSePeDA Ka).

Partisipasi warga sekolah merupakan fondasi utama dalam mewujudkan sekolah yang berintegritas. Setiap elemen sekolah mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, hingga murid memiliki peran strategis dalam membangun budaya kejujuran dan tanggung jawab.

Jujur
Jujur bagi warga sekolah adalah sikap lurus hati, tulus, dan tidak berbohong dalam perkataan maupun perbuatan sesuai dengan fakta atau kenyataan. Bagi siswa, jujur berarti berani berkata benar, tidak menyontek, mengakui kesalahan, dan bertanggung jawab atas tindakannya tanpa curang atau memanipulasi data.
Mandiri
Mandiri bagi warga sekolah adalah kemampuan untuk belajar, berpikir, dan bertindak secara otonom tanpa bergantung pada bantuan orang lain untuk menyelesaikan tugas-tugas kesehariannya. Bagi siswa, mandiri berarti memiliki inisiatif, regulasi diri yang baik, serta kesiapan menerima konsekuensi dari setiap keputusan yang diambil di lingkungan sekolah maupun rumah.
Tanggung jawab
Tanggung jawab bagi warga sekolah adalah kesadaran dan kesiapan untuk melaksanakan semua kewajiban, menanggung segala akibat, serta mempertanggungjawabkan setiap tindakan yang dilakukan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Bagi murid, tanggung jawab berarti memahami posisi diri sebagai pelajar yang harus menyeimbangkan antara hak dan kewajiban secara selaras.
Berani
Berani bagi warga sekolah adalah kemampuan mental dan emosional untuk menghadapi rasa takut, kesulitan, atau tantangan demi menegakkan kebenaran dan mencapai kemajuan belajar. Bagi siswa, berani bukan berarti nekat tanpa perhitungan, melainkan kekuatan prinsip untuk mengambil risiko positif, mengeksplorasi hal baru, dan mempertahankan nilai-nilai moral di sekolah.
Sederhana
Sederhana bagi warga sekolah adalah sikap dan perilaku yang bersahaja, tidak berlebih-lebihan, dan mampu menyesuaikan diri antara keinginan dengan kebutuhan nyata. Bagi siswa, hidup sederhana berarti fokus pada esensi fungsi suatu barang untuk mendukung proses belajar, bukan pada gengsi, kemewahan, atau pamer status sosial.
Disiplin
Disiplin bagi warga sekolah adalah kepatuhan dan ketaatan yang konsisten terhadap tata tertib sekolah, waktu, serta komitmen belajar yang dibuat oleh diri sendiri. Bagi siswa, disiplin bukan sekadar takut pada hukuman guru, melainkan kesadaran internal untuk mengendalikan diri agar proses belajar berjalan teratur dan optimal.
Adil
Adil bagi warga sekolah adalah sikap menempatkan sesuatu pada tempatnya, memperlakukan teman tanpa membeda-bedakan, serta memberikan hak dan kewajiban secara proporsional di sekolah. Bagi siswa, adil bukan berarti semua orang harus menerima perlakuan yang sama rata, melainkan perlakuan yang sesuai dengan kebutuhan, aturan, dan porsi masing-masing.
Kerja Keras
Kerja keras bagi warga sekolah adalah pengerahan seluruh daya, usaha, pikiran, dan waktu secara maksimal untuk mencapai prestasi akademik maupun non-akademik yang optimal. Bagi siswa, kerja keras berarti tidak mudah menyerah saat menghadapi materi pelajaran yang sulit, melainkan terus mencoba dengan tekun hingga mencapai target belajar yang diinginkan.
Semua karakter dapat terwujud dengan adanya sinergitas semua warga sekolah dalam bertindak dan berperilaku. Deklarasi ini tidak hanya sebuah simbolis saja, tetapi sebagai bentuk dukungan dan komitmen bersama warga SMA Negeri 1 Rawalo.
Penulis : Fikri Ghani Kelas X 8 (Ketua Gerakan Literasi Sekolah)
Editor : Isnaini, S.Pd., M.Pd.
SMA Negeri 1 Rawalo melalui Komunitas Belajar (Kombel) SINAR kembali menggelar kegiatan Hari Belajar GTK dengan tema “Sekolah Berintegritas, Sosialisasi dan Internalisasi Rencana Aksi SBI” pada Selasa, 12 Mei 2026. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Barat ini diikuti oleh seluruh Bapak/Ibu guru serta karyawan SMA Negeri 1 Rawalo sebagai bentuk komitmen bersama dalam membangun budaya sekolah yang berintegritas.
Acara berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh Ibu Yustina Rosalin Aribowo. Suasana semakin khusyuk dengan doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Yulistia Gunawan, S.Pd.I.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Kepala SMA Negeri 1 Rawalo Bapak Bambang Yuniarto, S.Pd., M.M. dan Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Ibu Noer Aini, S.Pd.
Dalam sambutan sekaligus penyampaian materi pertama, Bapak Bambang Yuniarto, S.Pd., M.M. menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT karena seluruh peserta dapat berkumpul untuk belajar bersama dalam suasana yang penuh semangat dan kekeluargaan. Beliau juga mengingatkan pentingnya meningkatkan rasa syukur melalui peningkatan kinerja dan dedikasi dalam menjalankan tugas sebagai pendidik maupun tenaga kependidikan.

Beliau menegaskan bahwa sekolah berintegritas bukan sekadar slogan, melainkan fondasi utama dalam membentuk karakter generasi masa depan. Menurut beliau, Sekolah Berintegritas (SBI) merupakan model pendekatan yang mendorong terciptanya tata kelola sekolah yang baik melalui prinsip akuntabel, transparan, partisipatif, serta penegakan aturan yang konsisten. Dengan demikian, sekolah mampu menekan potensi tindak korupsi sekaligus membangun lingkungan pembelajaran yang kondusif bagi internalisasi nilai-nilai antikorupsi kepada seluruh warga sekolah.

Dalam pemaparannya, beliau juga menyampaikan sembilan nilai integritas yang perlu ditanamkan dan diterapkan dalam kehidupan sekolah sehari-hari, yaitu:
- Jujur
- Peduli
- Mandiri
- Disiplin
- Tanggung jawab
- Kerja keras
- Sederhana
- Berani
- Adil
Selain itu, dijelaskan pula empat pilar indikator Sekolah Berintegritas di Provinsi Jawa Tengah, meliputi kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan non-guru, dan murid. Seluruh indikator tersebut harus diwujudkan melalui berbagai rencana aksi nyata yang terdokumentasi dengan baik.
Dalam penyampaiannya, beliau turut mengutip pesan inspiratif dari Prof. Abdul Mu’ti:
“Jujur itu hebat
Jujur itu selamat
Jujur itu bermartabat”
Serta kutipan dari Imam Syafi’i:
“Tidak ada kemuliaan yang lebih tinggi selain menjadi manusia yang tidak perlu berpura-pura.”
Beliau juga menegaskan bahwa integritas adalah suara hati yang tetap jernih, bahkan di tengah kesunyian, dan harus dimulai dari hati nurani masing-masing individu.
Materi kedua disampaikan oleh Ibu Noer Aini, S.Pd. yang memaparkan tentang implementasi rencana aksi dari program Sekolah Berintegritas. Beliau mengingatkan kembali pentingnya integritas guru dalam menjalankan tugas profesionalnya, salah satunya melalui penyusunan modul ajar yang terintegrasi dengan program SBI serta dilengkapi dengan lampiran bahan ajar yang relevan.

Beliau menjelaskan tentang 9 nilai intergritas dan 9 nilai antikorupsi.
- Jujur : lurus hati, tidak curang
- Peduli : memperhatikan lingkungan sekitar
- Mandiri: tidak bergantung pada orang lain
- Disiplin: taat aturan dan waktu
- Tanggung jawab: Amanah dan berani menanggung akibat
- Kerja keras: bersungguh-sungguh mencapai target
- Sederhana: hidup wajar, tidak berlebihan
- Berani: tidak takut melaporkan kecurangan
- Adil: tidak memihak dan proporsional
Dalam kesempatan ini, beliau juga menjelaskan 4 pilar dengan indikator, sub indikator dan kegiatannya. disampaikan juga beberapa contoh rencana aksi, rekap rencana aksi yang dapat dijadikan referensi.

Melalui kegiatan sosialisasi dan internalisasi ini, diharapkan seluruh warga SMA Negeri 1 Rawalo semakin meningkatkan budaya integritas yang selama ini telah diterapkan. Semangat kebersamaan dan komitmen seluruh warga sekolah diharapkan mampu membawa sekolah menuju lingkungan pendidikan yang semakin berkualitas, transparan, dan berkarakter demi kemajuan bersama.
“Terlihat Keren di Layar, Tapi Hancur di Masa Depan”
SMA Negeri 1 Rawalo kembali mengadakan kegiatan edukatif dan inspiratif bagi peserta didik melalui kegiatan Goes To School Majelis Ta’lim Fiqhunnisa bareng BNN yang dilaksanakan pada Kamis, 7 Mei 2026 bertempat di Aula Srikandi SMA Negeri 1 Rawalo. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh murid kelas X dengan jumlah peserta sebanyak 288 murid.
Acara berlangsung dengan penuh antusias dan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Kepala SMA Negeri 1 Rawalo yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Ibu Noer Aini, S.Pd. selaku Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum.

Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada para narasumber yang telah berkenan hadir di tengah kesibukan mereka untuk berbagi ilmu dan motivasi kepada para murid SMA Negeri 1 Rawalo.
“Kalian yang berada di sini merupakan murid yang paling beruntung dan istimewa karena akan memperoleh ilmu yang sangat bermanfaat untuk masa depan kalian besok. Dengan mengikuti materi ini kalian bisa menjadi remaja tangguh menuju masa depan cerah tanpa narkoba,” tutur beliau.
Beliau juga berpesan agar seluruh murid mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, siap mendengarkan, siap menimba ilmu, dan siap menjadi generasi muda yang berkarakter baik serta bebas dari narkoba.
Kegiatan inti menghadirkan dua narasumber inspiratif, yaitu Ibu Emma Ali selaku Ketua Majelis Ta’lim Fiqhunnisa Purwokerto dan Bapak Wicky Sri Erlangga, S.Sos., M.Si. Materi yang diangkat dalam kegiatan ini bertema “Terlihat Keren di Layar, Tapi Hancur di Masa Depan” dengan beberapa pokok pembahasan, yaitu:
- Pergaulan Bebas: Kenali Dampaknya Jangan Sampai Salah Langkah
- Narkoba: Musuhmu Sekarang, Penghancur Masa Depan
- Cara Menjadi Remaja Berkarakter dan Berprestasi
Dalam penyampaian materinya, Ibu Emma Ali mengajak seluruh murid untuk lebih bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Beliau menyampaikan bahwa pertemuan pada hari itu bukanlah sebuah kebetulan, melainkan takdir Allah SWT yang mempertemukan semua pihak dalam majelis ilmu yang penuh manfaat.

Beliau juga mengajak para murid untuk merenungkan perjuangan orang tua yang bekerja keras demi masa depan anak-anaknya. Dengan penuh haru, beliau menggambarkan bagaimana seorang ibu menyimpan kesedihan ketika anak membantah, dan bagaimana seorang ayah tetap bekerja keras meskipun lelah demi memenuhi kebutuhan keluarga.
Pesan moral yang kuat turut disampaikan kepada para murid agar menjadi generasi muda yang beriman, berkarakter unggul, serta membekali diri dengan ibadah dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Beliau juga menekankan bahwa kecantikan dan ketampanan bukanlah faktor utama dalam kehidupan, melainkan hati dan karakter yang baiklah yang mampu menciptakan kenyamanan dan keharmonisan.
“Standar cantik itu bukan kebenaran, hanya selera. Yang membuat sebuah pernikahan bertahan bukan ganteng dan cantiknya, tetapi hati yang membuat seseorang nyaman,” ungkap beliau.
Di akhir sesi, suasana Aula Srikandi menjadi penuh haru ketika seluruh peserta mengikuti doa bersama yang dipimpin oleh narasumber.
“Ya Allah, kalau kami belum bisa membahagiakan orang tua kami, jangan jadikan aku alasan mereka menangis karenaku. Ya Allah, jadikan aku anak-anak sukses yang dapat membahagiakan orang tua kami. Aamiin.”
Sementara itu, narasumber kedua, Bapak Wicky Sri Erlangga, S.Sos., M.Si., menyampaikan materi tentang bahaya narkoba dan dampaknya terhadap masa depan generasi muda. Beliau mengingatkan bahwa narkoba bukan hanya merusak kesehatan, tetapi juga menghancurkan masa depan, pendidikan, keluarga, bahkan kehidupan sosial seseorang.

Pintu gerbang narkoba biasanya diawali dengan merokok. Ada perokok aktif yaitu orang yang mengkonsumsi rokok secara rutin dengan sekecil apapun walaupun itu Cuma satu batang dalam sehari. Atau orang yang menghisap rokok walau tidak rutin sekalipun atau hanya sekadar coba-coba dan cara menhisap rokok Cuma sekadar menghembuskan asap walau tidak dihisap masuk ke dalam paru-paru. Sedangkan perokok pasif merupakan orang yang bukan perokok tapi menghirup asap rokok yang lain atau orang yang berada dalam satu ruangan tertutup dengan orang yang sedang merokok.
Rumah Adalah tempat berlindung. Termasuk dari asap rokok. Perokok pasif harus berani mengeluarkan haknya untuk tidak menghirup asap rokok. (Sesuai Q.S. Al-Baqarah: 195) yang artinya “Dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri dan berbuat baiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.
Narkoba: Narkotika, Psikotropika, Bahan Adiktif. Narkotika merupakan zat yang menurunkan kesadaran, menghilangkan rasa dan menyebabkan kecanduan. Sesuai H.R. Muslim no. 2003 “Setiap yang memambukkan Adalah khamr, dan setiap khamr itu haram.” Banyak atau sedikit khamr tetaplah haram. Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah bahwa Nabi Muhammah SAW bersabda, “Sesuatu yang memabukkan, maka banyak dan sedikitnya Adalah haram.”
Psikotropika merupakan obat yang mempengaruhi syaraf dan menyebabkan perubahan perilaku. Undang-undang No 5 Tahun 1997 tentang psikotropika. Menjual obat psikotropika: penjara max 15 tahun. Memiliki atau membawa obat psikotropika, penjara max 5 tahun. Obat hanya diminum kalua sakit. Minum obat sesuai dosis. Jangan terima obat dari teman.
Bahan adiktif merupakan bahan yang mempengaruhi kerja otak dan menyebabkan kecanduan. Terdapat juga pada oibat batuk, obat gatal, obat mabuk perjalanan yang diminum berlebihan.
Inhalansia merupakan zat yang mudah menguap / solvent misalnya lem aibon, thinner, bensin, dll. Inhalansia memiliki pengaruh jangka pendek dan juga jangka Panjang. Dampak penyalahgunaan inhalansia Adalah pengguna mengalami kerusakan otak permanen, kerusakan hati, rusaknya system reproduksi, menjadi buta, bahkan menyebabkan kematian.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh murid SMA Negeri 1 Rawalo mampu menjadi remaja yang cerdas, berkarakter, memiliki pergaulan sehat, serta mampu menjauhi segala bentuk penyalahgunaan narkoba demi meraih masa depan yang lebih cerah dan gemilang.
RAWALO – SMA Negeri 1 Rawalo menyelenggarakan kegiatan In House Training (IHT) Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) pada Senin, 27 April 2026 bertempat di Aula Barat SMA Negeri 1 Rawalo. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam meningkatkan kapasitas pendidik dalam mengintegrasikan pendidikan kependudukan ke dalam proses pembelajaran.

Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala SMA Negeri 1 Rawalo, Bapak Bambang Yuniarto, S.Pd., M.M. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan selamat datang serta terima kasih kepada narasumber SSK dari BKKBN yang telah meluangkan waktu untuk berbagi ilmu dan pengalaman kepada para guru.
Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa bonus demografi merupakan peluang sekaligus tantangan bagi peserta didik. Bonus demografi akan menjadi peluang apabila generasi muda usia produktif mampu memanfaatkan waktunya untuk berkarya serta memiliki keterampilan (life skill). Sebaliknya, hal tersebut akan menjadi tantangan apabila tidak dimanfaatkan dengan baik, sehingga peserta didik tidak memiliki kesiapan menghadapi masa depan.
Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa SMA Negeri 1 Rawalo telah berupaya membekali peserta didik dengan berbagai ilmu dan keterampilan melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Upaya ini sejalan dengan penguatan karakter melalui program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Beliau berharap SMA Negeri 1 Rawalo dapat berkembang menjadi Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) yang paripurna.

Memasuki sesi inti, materi pertama disampaikan oleh Ibu Heny Susilowati, S.K.M., M.P.H., selaku Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana pada Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa pendidikan kependudukan merupakan upaya yang dilakukan secara terencana dan sistematis untuk membantu masyarakat memiliki pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran terhadap kondisi kependudukan.
Melalui pendidikan kependudukan, diharapkan masyarakat—termasuk peserta didik—memiliki perilaku yang bertanggung jawab serta memiliki kepedulian terhadap kualitas hidup generasi masa kini dan masa mendatang.
Selain itu, beliau juga menjelaskan tentang konsep dan prinsip Sekolah Siaga Kependudukan (SSK). SSK merupakan program yang mengintegrasikan isu-isu kependudukan ke dalam pembelajaran dan budaya sekolah. Prinsip utama SSK meliputi:
- Integrasi materi kependudukan dalam pembelajaran
- Penguatan karakter dan kesadaran peserta didik
- Keterlibatan aktif seluruh warga sekolah
- Pembiasaan perilaku yang peduli terhadap isu kependudukan
Tujuan SSK:
- Sebagai pengayaan pembelajaran
- Guru dan Peserta Didik dapat Memahami Isu Kependudukan
- Guru Mampu Mengintegrasikan Isu Kependudukan kedalam Pembelajaran Sesuai dengan Kurikulum
- Terdapat Pojok Kependudukan sebagai Salah Satu Sumber Belajar
Konsep SSK:
- Bukan mata pelajaran baru
- Tidak Menambah Jam Mata Pelajaran
- Mempertajam Materi yang Dibahas
- SSK Berbasis Kurikulum Nasional
- Menjadi Wadah Kegiatan Remaja Seperti PIK-R, GenRe Goes To School
- SSK Bersifat Gradual Karena Meliputi Beberapa Bidang Studi Sesuai Pokok Bahasan pada Mata Pelajaran Tersebut
- Mengedepankan Peran Aktif Peserta Didik untuk Mengamati, Mengumpulkan, Megolah, Menganalisis serta Mengkomunikasikan Data Kependudukan di Tempat Tinggal Mereka Sendiri
Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Bapak Martinus Ujianto, S.I.P., M.I.Kom. yang mengangkat topik pemetaan isu pendidikan dan integrasinya ke dalam modul ajar. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya guru mengenali berbagai isu kependudukan yang relevan dengan konteks pembelajaran, kemudian mengintegrasikannya secara sistematis ke dalam perangkat ajar.
Karakteristik Sekolah Siaga Kependudukan:
- Modul ajar terintegrasi isu kependudukan
- Pojok kependudukan sebagai pusat kegiatan siswa
- Ekstrakurikuler PIK-R sebagai pilar utama
- Kemitraan luas dengan berbagai stakeholders
- Adanya perguruan tinggi pendamping SSK
- Pendampingan berkelanjutan dari Kemendikbud dan BKKBN
Tahap Pembentukan SSK
- Koordinasi dan identifikasi sekolah potensial
- Sosialisasi dan penetapan SSK
- Orientasi dan pelatihan guru
- Tersedianya modul ajar terintegrasi
- Penyediaan pojok kependudukan
- pencanangan

Melalui pendekatan ini, pembelajaran tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran peserta didik terhadap permasalahan nyata di masyarakat. Selain itu, peserta juga diajak untuk lebih mengenal implementasi Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) secara praktis di lingkungan sekolah.

Kegiatan IHT ini berlangsung dengan penuh antusiasme. Para peserta aktif mengikuti diskusi dan tanya jawab sebagai bagian dari proses penguatan pemahaman.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pendidik di SMA Negeri 1 Rawalo semakin siap dalam mengimplementasikan pendidikan kependudukan secara terintegrasi, sehingga mampu mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran sosial, tanggung jawab, serta keterampilan hidup yang kuat.
SMA Negeri 1 Rawalo terus berkomitmen untuk berinovasi dalam dunia pendidikan melalui penguatan program Sekolah Siaga Kependudukan sebagai langkah nyata dalam mempersiapkan generasi masa depan yang berkualitas.

SMA Negeri 1 Rawalo kembali melaksanakan kegiatan edukatif melalui program Wali Murid Mengajar yang diselenggarakan pada Selasa, 10 Februari 2026, bertempat di Lapangan Basket SMA Negeri 1 Rawalo. Kegiatan ini diikuti oleh peserta didik kelas X, XI, dan XII dengan antusias.
Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala SMA Negeri 1 Rawalo, Bapak Bambang Yuniarto, S.Pd., M.M. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada para wali murid yang telah hadir dan berkontribusi aktif dalam kegiatan pembelajaran di sekolah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak/Ibu wali murid yang telah meluangkan waktunya untuk hadir dan berbagi pengalaman. Program Wali Murid Mengajar ini merupakan salah satu program positif sekolah yang saling mendukung dengan program-program penguatan karakter lainnya,” ujar Bambang Yuniarto.

Narasumber dalam kegiatan ini adalah Bapak Eko Priyono Lelono, A.Md., wali murid kelas X SMA Negeri 1 Rawalo. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya disiplin sebagai bentuk kesadaran diri, bukan sebagai beban.
“Disiplin itu bukan karena diawasi, tetapi karena sudah menjadi kebiasaan. Ketika kita berhenti di lampu merah meskipun tidak ada polisi, itulah bentuk disiplin yang sesungguhnya,” tutur Eko Priyono Lelono di hadapan para siswa.

Beliau juga mengaitkan nilai disiplin dengan ajaran Islam, khususnya tentang pengelolaan waktu. Setiap manusia memiliki waktu yang sama, yaitu 24 jam, dan bagaimana waktu tersebut dimanfaatkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi.
“Dalam Islam, waktu sangat dimuliakan. Kalian sendiri yang menentukan kapan belajar, bermain, dan beribadah. Gunakan waktu dan kesempatan sebaik mungkin,” tambahnya.
Secara khusus, Bapak Eko juga memberikan pesan motivasi kepada siswa kelas XII agar tetap fokus pada tujuan, memaksimalkan usaha, dan tidak melupakan ibadah.
“Silakan beraktivitas di luar sekolah, asalkan kegiatan tersebut positif dan mendukung cita-cita kalian. Jangan lupa, perbanyak ibadah sunah. Saat sujud dalam salat adalah waktu terbaik untuk memohon kepada Allah SWT,” pesannya.

Melalui kegiatan Wali Murid Mengajar ini, SMA Negeri 1 Rawalo berharap terjalin sinergi yang semakin kuat antara sekolah, orang tua, dan peserta didik dalam membentuk karakter disiplin, religius, dan bertanggung jawab.
Komunitas Belajar “SINAR” SMANRA Gelar Hari Belajar GTK

RAWALO – Komunitas Belajar (Kombel) SINAR SMANRA SMA Negeri 1 Rawalo menyelenggarakan kegiatan Hari Belajar GTK SMANRA dengan tema Berbagi Praktik Baik “Kaidah Penyusunan Soal dan Koreksi MCMA”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 9 Februari 2026, bertempat di Aula Barat SMA Negeri 1 Rawalo.
Kegiatan diawali dengan pengumandangan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya yang diikuti seluruh peserta dengan khidmat. Selanjutnya, doa dipimpin oleh Bapak Yulistia Gunawan, S.Pd.I. sebagai bentuk harapan agar kegiatan berjalan lancar dan membawa manfaat bagi seluruh warga sekolah.
Sambutan Kepala SMA Negeri 1 Rawalo pada kesempatan ini diwakili oleh Ibu Noer Aini, S.Pd., selaku Ketua Komunitas Belajar (Kombel) SINAR SMANRA. Beliau menyampaikan terima kasih kepada seluruh Bapak/Ibu guru yang telah hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan Hari Belajar GTK SMANRA. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada narasumber, Bapak Slamet Rijadi, S.Pd., M.Pd., yang telah berbagi praktik baik tentang Kaidah Penyusunan Soal dan Koreksi MCMA.
Dalam sambutannya, Ibu Noer Aini, S.Pd. menyampaikan bahwa melalui kegiatan ini diharapkan para guru dapat mengambil manfaat bersama dalam menyusun alat penilaian yang valid dan berkualitas. Beliau juga berharap agar soal-soal yang akan diujikan kepada peserta didik, baik PSTS maupun PSAT, telah melalui tahap verifikasi oleh kepala sekolah. Kegiatan Hari Belajar GTK SMANRA ini menjadi sarana untuk terus belajar dan mengeksplorasi demi kemajuan SMA Negeri 1 Rawalo.
Penyampaian materi inti Berbagi Praktik Baik “Kaidah Penyusunan Soal dan Koreksi MCMA” disampaikan oleh Bapak Slamet Rijadi, S.Pd., M.Pd. Beliau menjelaskan bahwa penyusunan soal yang baik harus diawali dengan kisi-kisi yang berkualitas.
Syarat kisi-kisi yang baik meliputi:
- Mewakili kompetensi yang akan diukur.
- Komponen-komponennya rinci, jelas, dan mudah dipahami.
- Dapat disusun menjadi soal sesuai indikator dan bentuk soal.
- Aspek yang perlu diperhatikan dalam menyusun kisi-kisi antara lain:
- Urgensi: materi wajib dikuasai peserta didik.
- Relevansi: materi dibutuhkan untuk mempelajari bidang lain.
- Kontinuitas: materi merupakan kelanjutan dari pembelajaran sebelumnya.
- Keterpakaian: materi memiliki nilai guna dalam kehidupan sehari-hari.

Langkah-langkah menyusun kisi-kisi yang baik, yaitu:
- Memilih kompetensi dari Capaian Pembelajaran (CP).
- Menentukan materi esensial dalam CP.
- Menentukan level kognitif sesuai tuntutan kompetensi.
- Merumuskan indikator sesuai level kognitif dan bentuk soal.
Selain itu, Bapak Slamet Rijadi juga memaparkan kaidah penyusunan soal pilihan ganda (PG) yang baik berdasarkan Panduan Penulisan Soal Tes Terstandar (TKAA, 2025). Salah satu prinsip penting adalah pilihan jawaban harus homogen, logis, dan tidak mengarahkan peserta didik pada jawaban tertentu. Contoh soal dan pembahasan ditampilkan untuk memperkuat pemahaman peserta.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui diskusi dan tanya jawab. Melalui kegiatan Hari Belajar GTK SMANRA ini, diharapkan para guru SMA Negeri 1 Rawalo semakin terampil dalam menyusun soal yang bermutu, valid, dan sesuai dengan prinsip asesmen yang berkeadilan.
SMA Negeri 1 Rawalo Gelar Sosialisasi Murid Eligible SNBP 2026

Rawalo, Rabu (14 Januari 2026) — SMA Negeri 1 Rawalo menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Murid Eligible Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) Tahun 2026 yang dihadiri oleh 102 wali murid siswa kelas XII yang masuk dalam kriteria penetapan siswa eligible. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk transparansi dan tanggung jawab sekolah dalam mengantarkan peserta didik menentukan studi lanjut ke perguruan tinggi.
Kegiatan diawali dengan pembacaan basmalah, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta doa yang dipimpin oleh Bapak Yulistia Gunawan, S.Pd.I. Seluruh rangkaian pembukaan berlangsung dengan khidmat dan tertib.
Sambutan Kepala SMA Negeri 1 Rawalo
Dalam sambutannya, Kepala SMA Negeri 1 Rawalo Bapak Bambang Yuniarto, S.Pd., M.M. menyampaikan terima kasih kepada seluruh Bapak/Ibu wali murid yang telah berkenan hadir memenuhi undangan sekolah. Beliau menegaskan pentingnya sinergi antara pihak sekolah dan orang tua dalam mendampingi putra-putri untuk merencanakan masa depan pendidikan.
Pada kesempatan tersebut, beliau juga mensosialisasikan sejumlah program baru SMA Negeri 1 Rawalo yang telah dilaunching, yaitu:
- Program BESTIE (Bersalaman Elok Santun Tertib Indah dan Etika),

- Program SEHATI (Selalu Pakai Helm demi Keselamatan Diri),

- Program GERLIBAEY (Gerakan Tanpa Lipstik, Blush On, dan Eye Shadow),

- Program SATU (Siswa Aktif Tepat Waktu).

Program-program tersebut diharapkan dapat membentuk karakter peserta didik yang disiplin, santun, beretika, serta peduli terhadap keselamatan dan aturan sekolah.
Beliau juga mengajak seluruh wali murid untuk bersama-sama bertanggung jawab mengantarkan anak-anak dalam menentukan pilihan studi lanjut melalui berbagai jalur seleksi, khususnya bagi siswa yang termasuk dalam kriteria penetapan siswa eligible, agar dapat memanfaatkan kesempatan SNBP dengan sebaik-baiknya.

Penjelasan Penetapan Siswa Eligible SNBP 2026
Materi utama disampaikan oleh Ibu Noer Aini, selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, dengan paparan bertajuk “Penetapan Siswa Eligible SNBP 2026”. Beliau menjelaskan secara rinci kriteria penetapan siswa eligible SMA Negeri 1 Rawalo Tahun 2026 sebagai berikut:
- Kuota siswa eligible ditetapkan sebesar 40% dari jumlah seluruh siswa kelas XII.
- Penentuan siswa eligible dilakukan melalui pemeringkatan berdasarkan nilai rata-rata rapor semester 1 sampai dengan semester 5.
- Pemeringkatan dilakukan secara terpisah pada setiap kelompok fase (Fase F1–F7) guna menjamin keadilan antar kelompok.
Pada setiap fase ditetapkan kuota sebesar 40% dari jumlah siswa pada fase tersebut. - Siswa dengan peringkat tertinggi hingga batas kuota fase dinyatakan eligible, sedangkan siswa di bawah batas tersebut dinyatakan belum eligible.
- Data nilai yang digunakan merupakan data resmi yang telah melalui proses verifikasi.

Selain itu, beliau juga menyampaikan Surat Keputusan (SK) Penetapan Siswa Eligible beserta data pemeringkatan sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada wali murid.
Informasi Jalur Seleksi dan SNPMB

Selanjutnya, Ibu Wasi Aqnaa Sari, S.Pd., selaku Koordinator Bimbingan Konseling (BK), memaparkan informasi terkait jalur seleksi dan kuota masuk Perguruan Tinggi (PT) Tahun 2026. Beliau menjelaskan secara detail:
- jalur-jalur seleksi masuk perguruan tinggi,
- alur registrasi akun SNPMB melalui portal resmi SNPMB,
- tanggal-tanggal penting yang harus diperhatikan, serta
- ketentuan umum yang wajib dipahami oleh siswa dan orang tua.
Selesai kegiatan sosialisasi tersebut, Bapak/Ibu wali murid dan putra putrinya dapat berkonsultasi langsung dengan guru BK untuk menentukan dan memantapkan pilihan Perguruan Tinggi yang akan diambil. SMA Negeri 1 Rawalo berkomitmen memberikan pelayanan yang terbaik untuk siswanya.

Penutup
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan wali murid dan siswa memperoleh pemahaman yang jelas, objektif, dan transparan terkait mekanisme penetapan siswa eligible SNBP 2026. SMA Negeri 1 Rawalo berkomitmen untuk terus mendampingi peserta didik dalam meraih masa depan pendidikan yang terbaik melalui kerja sama yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua.


Rawalo, Senin (12 Januari 2026) — Komunitas Belajar (Kombel) “SINAR” SMANRA melaksanakan kegiatan Hari Belajar Guru yang berlangsung di Aula Srikandi pada pukul 07.00–09.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dan karyawan SMA Negeri 1 Rawalo, bersamaan dengan pelaksanaan kegiatan Literasi Keagamaan REALITA (Religius Literasi Kita) oleh peserta didik.
Kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta sambutan Kepala SMA Negeri 1 Rawalo. Dalam sambutannya, Bapak Bambang Yuniarto, S.Pd., M.M. menyampaikan terima kasih kepada seluruh Bapak/Ibu guru dan karyawan yang telah berkenan hadir dan mengikuti kegiatan Kombel di tengah kesibukan tugas kedinasan. Beliau juga mengajak seluruh peserta untuk senantiasa bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat yang telah diberikan sehingga seluruh tugas kedinasan dapat terlaksana dengan baik. Sholawat serta salam senantiasa disanjungkan kepada Nabi Muhammad SAW, semoga seluruh keluarga besar SMA Negeri 1 Rawalo mendapatkan syafaatnya.

Sebagai narasumber pertama, Bapak Bambang Yuniarto, S.Pd., M.M. menyampaikan materi tentang Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) serta implementasinya dalam RPP dan Modul Ajar. Beliau menjelaskan pentingnya penerapan pola pikir bertumbuh (growth mindset) dibandingkan pola pikir tetap (fixed mindset). Pembelajaran Mendalam bertujuan melengkapi pendekatan pembelajaran dengan memperkuat praktik pedagogi agar pembelajaran lebih bermakna.
Melalui Pembelajaran Mendalam, siswa SMA diharapkan mampu menguasai delapan Dimensi Profil Lulusan, yaitu beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, kewargaan, kreativitas, penalaran kritis, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi. Dalam penyusunan modul ajar, tidak semua dimensi harus dimasukkan, melainkan dipilih yang paling relevan dengan tujuan pembelajaran.

Selain itu, disampaikan pula tiga Prinsip Pembelajaran, yaitu berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan; tiga Pengalaman Belajar meliputi memahami, mengaplikasi, dan merefleksi; serta empat Kerangka Pembelajaran, yaitu praktik pedagogis, lingkungan pembelajaran, pemanfaatan digital, dan kemitraan pembelajaran.
Materi juga menekankan pentingnya budaya berbagi praktik baik. Prinsip dasar berbagi praktik baik meliputi kejujuran, mindset berbagi (bukan kompetisi), praktik baik (bukan praktik terbaik), serta melampirkan bukti dan dokumen pendukung. Adapun komponen berbagi praktik baik meliputi kondisi sebelum dan sesudah, dampak yang dirasakan, testimoni, kunci keberhasilan, serta lampiran sebagai bukti pendukung.

Narasumber kedua, Bapak Kirtam, S.Pd. selaku Waka Humas SMA Negeri 1 Rawalo, menyampaikan materi Perencanaan Kinerja di Ruang GTK. Beliau mengingatkan pentingnya mengikuti lini masa pengelolaan kinerja, yaitu perencanaan kinerja dan persiapan praktik kinerja pada bulan Januari, pelaksanaan observasi praktik kinerja dan tindak lanjut pada Februari hingga November, serta penetapan predikat kinerja pada bulan Desember.

Narasumber ketiga, Bapak Dwi Hantoro, S.Pt. selaku Kasubag TU SMA Negeri 1 Rawalo, menyampaikan materi Pengelolaan Aplikasi Penilaian Kinerja Pegawai. Beliau mengingatkan agar guru dan karyawan menyiapkan dokumen penilaian kinerja jauh sebelum batas waktu. Melalui ASN Digital, guru dapat mengakses menu My ASN sesuai kebutuhan dan mengirim SKP tahunan ke SI ASN. Kendala yang sering muncul di antaranya drive terkunci, realisasi belum diisi, atau realisasi yang belum lengkap. Selain itu, PNS juga dihimbau untuk mengisi angka kredit secara tertib.
Testimoni dari Ibu Norma: “Hari belajar guru yang dilaksanakan pagi ini sangat menginspirasi saya untuk tidak kenal lelah belajar, dan moment ini sangat seru karena semuanya bisa berbagi pengalaman belajar dan mengajarnya”
Testimoni dari Bapak Imam Hidayat: “Kegiatan yang dilaksanakan Kombel “SINAR” SMANRA bagus, dan luar biasa. Sangat menginspirasi dan berbagi ilmu dengan Bapak/Ibu yang lain.
Kegiatan Hari Belajar Guru melalui Kombel “SINAR” SMANRA dijadwalkan rutin setiap hari Senin pada minggu ke-2 dan ke-4, bersamaan dengan kegiatan Literasi Keagamaan REALITA. Melalui kegiatan ini, diharapkan guru dan karyawan SMA Negeri 1 Rawalo dapat terus belajar, mengembangkan kompetensi, serta berbagi praktik baik demi terciptanya pembelajaran yang lebih bermakna dan menyenangkan.





