“Terlihat Keren di Layar, Tapi Hancur di Masa Depan”
SMA Negeri 1 Rawalo kembali mengadakan kegiatan edukatif dan inspiratif bagi peserta didik melalui kegiatan Goes To School Majelis Ta’lim Fiqhunnisa bareng BNN yang dilaksanakan pada Kamis, 7 Mei 2026 bertempat di Aula Srikandi SMA Negeri 1 Rawalo. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh murid kelas X dengan jumlah peserta sebanyak 288 murid.
Acara berlangsung dengan penuh antusias dan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Kepala SMA Negeri 1 Rawalo yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Ibu Noer Aini, S.Pd. selaku Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum.
Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada para narasumber yang telah berkenan hadir di tengah kesibukan mereka untuk berbagi ilmu dan motivasi kepada para murid SMA Negeri 1 Rawalo.
“Kalian yang berada di sini merupakan murid yang paling beruntung dan istimewa karena akan memperoleh ilmu yang sangat bermanfaat untuk masa depan kalian besok. Dengan mengikuti materi ini kalian bisa menjadi remaja tangguh menuju masa depan cerah tanpa narkoba,” tutur beliau.
Beliau juga berpesan agar seluruh murid mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, siap mendengarkan, siap menimba ilmu, dan siap menjadi generasi muda yang berkarakter baik serta bebas dari narkoba.
Kegiatan inti menghadirkan dua narasumber inspiratif, yaitu Ibu Emma Ali selaku Ketua Majelis Ta’lim Fiqhunnisa Purwokerto dan Bapak Wicky Sri Erlangga, S.Sos., M.Si. Materi yang diangkat dalam kegiatan ini bertema “Terlihat Keren di Layar, Tapi Hancur di Masa Depan” dengan beberapa pokok pembahasan, yaitu:
- Pergaulan Bebas: Kenali Dampaknya Jangan Sampai Salah Langkah
- Narkoba: Musuhmu Sekarang, Penghancur Masa Depan
- Cara Menjadi Remaja Berkarakter dan Berprestasi
Dalam penyampaian materinya, Ibu Emma Ali mengajak seluruh murid untuk lebih bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Beliau menyampaikan bahwa pertemuan pada hari itu bukanlah sebuah kebetulan, melainkan takdir Allah SWT yang mempertemukan semua pihak dalam majelis ilmu yang penuh manfaat.
Beliau juga mengajak para murid untuk merenungkan perjuangan orang tua yang bekerja keras demi masa depan anak-anaknya. Dengan penuh haru, beliau menggambarkan bagaimana seorang ibu menyimpan kesedihan ketika anak membantah, dan bagaimana seorang ayah tetap bekerja keras meskipun lelah demi memenuhi kebutuhan keluarga.
Pesan moral yang kuat turut disampaikan kepada para murid agar menjadi generasi muda yang beriman, berkarakter unggul, serta membekali diri dengan ibadah dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Beliau juga menekankan bahwa kecantikan dan ketampanan bukanlah faktor utama dalam kehidupan, melainkan hati dan karakter yang baiklah yang mampu menciptakan kenyamanan dan keharmonisan.
“Standar cantik itu bukan kebenaran, hanya selera. Yang membuat sebuah pernikahan bertahan bukan ganteng dan cantiknya, tetapi hati yang membuat seseorang nyaman,” ungkap beliau.
Di akhir sesi, suasana Aula Srikandi menjadi penuh haru ketika seluruh peserta mengikuti doa bersama yang dipimpin oleh narasumber.
“Ya Allah, kalau kami belum bisa membahagiakan orang tua kami, jangan jadikan aku alasan mereka menangis karenaku. Ya Allah, jadikan aku anak-anak sukses yang dapat membahagiakan orang tua kami. Aamiin.”
Sementara itu, narasumber kedua, Bapak Wicky Sri Erlangga, S.Sos., M.Si., menyampaikan materi tentang bahaya narkoba dan dampaknya terhadap masa depan generasi muda. Beliau mengingatkan bahwa narkoba bukan hanya merusak kesehatan, tetapi juga menghancurkan masa depan, pendidikan, keluarga, bahkan kehidupan sosial seseorang.
Pintu gerbang narkoba biasanya diawali dengan merokok. Ada perokok aktif yaitu orang yang mengkonsumsi rokok secara rutin dengan sekecil apapun walaupun itu Cuma satu batang dalam sehari. Atau orang yang menghisap rokok walau tidak rutin sekalipun atau hanya sekadar coba-coba dan cara menhisap rokok Cuma sekadar menghembuskan asap walau tidak dihisap masuk ke dalam paru-paru. Sedangkan perokok pasif merupakan orang yang bukan perokok tapi menghirup asap rokok yang lain atau orang yang berada dalam satu ruangan tertutup dengan orang yang sedang merokok.
Rumah Adalah tempat berlindung. Termasuk dari asap rokok. Perokok pasif harus berani mengeluarkan haknya untuk tidak menghirup asap rokok. (Sesuai Q.S. Al-Baqarah: 195) yang artinya “Dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri dan berbuat baiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.
Narkoba: Narkotika, Psikotropika, Bahan Adiktif. Narkotika merupakan zat yang menurunkan kesadaran, menghilangkan rasa dan menyebabkan kecanduan. Sesuai H.R. Muslim no. 2003 “Setiap yang memambukkan Adalah khamr, dan setiap khamr itu haram.” Banyak atau sedikit khamr tetaplah haram. Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah bahwa Nabi Muhammah SAW bersabda, “Sesuatu yang memabukkan, maka banyak dan sedikitnya Adalah haram.”
Psikotropika merupakan obat yang mempengaruhi syaraf dan menyebabkan perubahan perilaku. Undang-undang No 5 Tahun 1997 tentang psikotropika. Menjual obat psikotropika: penjara max 15 tahun. Memiliki atau membawa obat psikotropika, penjara max 5 tahun. Obat hanya diminum kalua sakit. Minum obat sesuai dosis. Jangan terima obat dari teman.
Bahan adiktif merupakan bahan yang mempengaruhi kerja otak dan menyebabkan kecanduan. Terdapat juga pada oibat batuk, obat gatal, obat mabuk perjalanan yang diminum berlebihan.
Inhalansia merupakan zat yang mudah menguap / solvent misalnya lem aibon, thinner, bensin, dll. Inhalansia memiliki pengaruh jangka pendek dan juga jangka Panjang. Dampak penyalahgunaan inhalansia Adalah pengguna mengalami kerusakan otak permanen, kerusakan hati, rusaknya system reproduksi, menjadi buta, bahkan menyebabkan kematian.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh murid SMA Negeri 1 Rawalo mampu menjadi remaja yang cerdas, berkarakter, memiliki pergaulan sehat, serta mampu menjauhi segala bentuk penyalahgunaan narkoba demi meraih masa depan yang lebih cerah dan gemilang.