SMA Negeri 1 Rawalo Gelar IHT Sekolah Siaga Kependudukan (SSK): Perkuat Integrasi Pendidikan Kependudukan dalam Pembelajaran

RAWALO – SMA Negeri 1 Rawalo menyelenggarakan kegiatan In House Training (IHT) Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) pada Senin, 27 April 2026 bertempat di Aula Barat SMA Negeri 1 Rawalo. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam meningkatkan kapasitas pendidik dalam mengintegrasikan pendidikan kependudukan ke dalam proses pembelajaran.

Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala SMA Negeri 1 Rawalo, Bapak Bambang Yuniarto, S.Pd., M.M. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan selamat datang serta terima kasih kepada narasumber SSK dari BKKBN yang telah meluangkan waktu untuk berbagi ilmu dan pengalaman kepada para guru.

Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa bonus demografi merupakan peluang sekaligus tantangan bagi peserta didik. Bonus demografi akan menjadi peluang apabila generasi muda usia produktif mampu memanfaatkan waktunya untuk berkarya serta memiliki keterampilan (life skill). Sebaliknya, hal tersebut akan menjadi tantangan apabila tidak dimanfaatkan dengan baik, sehingga peserta didik tidak memiliki kesiapan menghadapi masa depan.

Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa SMA Negeri 1 Rawalo telah berupaya membekali peserta didik dengan berbagai ilmu dan keterampilan melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Upaya ini sejalan dengan penguatan karakter melalui program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Beliau berharap SMA Negeri 1 Rawalo dapat berkembang menjadi Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) yang paripurna.

Memasuki sesi inti, materi pertama disampaikan oleh Ibu Heny Susilowati, S.K.M., M.P.H., selaku Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana pada Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa pendidikan kependudukan merupakan upaya yang dilakukan secara terencana dan sistematis untuk membantu masyarakat memiliki pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran terhadap kondisi kependudukan.

Melalui pendidikan kependudukan, diharapkan masyarakat—termasuk peserta didik—memiliki perilaku yang bertanggung jawab serta memiliki kepedulian terhadap kualitas hidup generasi masa kini dan masa mendatang.

Selain itu, beliau juga menjelaskan tentang konsep dan prinsip Sekolah Siaga Kependudukan (SSK). SSK merupakan program yang mengintegrasikan isu-isu kependudukan ke dalam pembelajaran dan budaya sekolah. Prinsip utama SSK meliputi:

  1. Integrasi materi kependudukan dalam pembelajaran
  1. Penguatan karakter dan kesadaran peserta didik
  2. Keterlibatan aktif seluruh warga sekolah
  3. Pembiasaan perilaku yang peduli terhadap isu kependudukan

Tujuan SSK:

  1. Sebagai pengayaan pembelajaran
  2. Guru dan Peserta Didik dapat Memahami Isu Kependudukan
  3. Guru Mampu Mengintegrasikan Isu Kependudukan kedalam Pembelajaran Sesuai dengan Kurikulum
  4. Terdapat Pojok Kependudukan sebagai Salah Satu Sumber Belajar

Konsep SSK:

  1. Bukan mata pelajaran baru
  2. Tidak Menambah Jam Mata Pelajaran
  3. Mempertajam Materi yang Dibahas
  4. SSK Berbasis Kurikulum Nasional
  5. Menjadi Wadah Kegiatan Remaja Seperti PIK-R, GenRe Goes To School
  6. SSK Bersifat Gradual Karena Meliputi Beberapa Bidang Studi Sesuai Pokok Bahasan pada Mata Pelajaran Tersebut
  7. Mengedepankan Peran Aktif Peserta Didik untuk Mengamati, Mengumpulkan, Megolah, Menganalisis serta Mengkomunikasikan Data Kependudukan di Tempat Tinggal Mereka Sendiri

Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Bapak Martinus Ujianto, S.I.P., M.I.Kom. yang mengangkat topik pemetaan isu pendidikan dan integrasinya ke dalam modul ajar. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya guru mengenali berbagai isu kependudukan yang relevan dengan konteks pembelajaran, kemudian mengintegrasikannya secara sistematis ke dalam perangkat ajar.

Karakteristik Sekolah Siaga Kependudukan:

  1. Modul ajar terintegrasi isu kependudukan
  2. Pojok kependudukan sebagai pusat kegiatan siswa
  3. Ekstrakurikuler PIK-R sebagai pilar utama
  4. Kemitraan luas dengan berbagai stakeholders
  5. Adanya perguruan tinggi pendamping SSK
  6. Pendampingan berkelanjutan dari Kemendikbud dan BKKBN

Tahap Pembentukan SSK

  1. Koordinasi dan identifikasi sekolah potensial
  2. Sosialisasi dan penetapan SSK
  3. Orientasi dan pelatihan guru
  4. Tersedianya modul ajar terintegrasi
  5. Penyediaan pojok kependudukan
  6. pencanangan

Melalui pendekatan ini, pembelajaran tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran peserta didik terhadap permasalahan nyata di masyarakat. Selain itu, peserta juga diajak untuk lebih mengenal implementasi Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) secara praktis di lingkungan sekolah.

Kegiatan IHT ini berlangsung dengan penuh antusiasme. Para peserta aktif mengikuti diskusi dan tanya jawab sebagai bagian dari proses penguatan pemahaman.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pendidik di SMA Negeri 1 Rawalo semakin siap dalam mengimplementasikan pendidikan kependudukan secara terintegrasi, sehingga mampu mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran sosial, tanggung jawab, serta keterampilan hidup yang kuat.

SMA Negeri 1 Rawalo terus berkomitmen untuk berinovasi dalam dunia pendidikan melalui penguatan program Sekolah Siaga Kependudukan sebagai langkah nyata dalam mempersiapkan generasi masa depan yang berkualitas.