SMA Negeri 1 Rawalo
Sekolah Adiwiyata Nasional
Rawalo, 29 Mei 2026 — SMA Negeri 1 Rawalo kembali menunjukkan komitmennya dalam menanamkan nilai religius dan kepedulian sosial melalui kegiatan “Idul Adha Berbagi 1447 H” yang dilaksanakan pada Jumat, 29 Mei 2026 di halaman SMA Negeri 1 Rawalo.

Kegiatan ini selaras dengan visi SMA Negeri 1 Rawalo, yaitu “Religius, Unggul, Berbudi Luhur, Mandiri, Kreatif, dan Berbudaya Lingkungan.” Momentum Hari Raya Idul Adha dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat nilai keimanan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama.
Pada tahun ini, keluarga besar SMA Negeri 1 Rawalo melaksanakan penyembelihan dan penyaluran hewan kurban berupa:
🐂 1 ekor sapi
🐐 1 ekor kambing
Daging kurban kemudian disalurkan kepada masyarakat di beberapa wilayah sekitar sekolah, yaitu Desa Pesawahan, Banjarparakan, Tambaknegara, Sidamulih, dan Rawalo yang sebelumnya telah menerima kupon pembagian. Selain masyarakat sekitar, kegiatan ini juga melibatkan peserta didik melalui perwakilan dari masing-masing kelas sebagai bentuk pembelajaran karakter dan kepedulian sosial.

Kegiatan berlangsung dengan penuh kebersamaan dan kekhidmatan. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala SMA Negeri 1 Rawalo, Bapak Bambang Yuniarto, S.Pd., M.M., beserta bapak/ibu guru, karyawan, panitia, dan masyarakat penerima daging kurban.
Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah hadir untuk menerima daging kurban.
“Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan begitu banyak nikmat sehingga kita dapat berkumpul bersama pada hari yang penuh berkah ini. Sholawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Baginda Rasulullah Muhammad SAW yang syafaatnya kita nantikan di yaumul akhir nanti,” tutur beliau.

Beliau berharap kegiatan Idul Adha Berbagi ini dapat menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antara sekolah dan masyarakat sekitar, sekaligus menumbuhkan rasa empati dan semangat berbagi di lingkungan SMA Negeri 1 Rawalo.
Alhamdulillah, pelaksanaan kegiatan Idul Adha Berbagi 1447 H berjalan dengan lancar dan penuh kebersamaan. Momentum ini menjadi pengingat bahwa nilai pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian sosial merupakan bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat.

Terima kasih disampaikan kepada seluruh panitia, bapak/ibu guru, karyawan, peserta didik, dan semua pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan ini. Semoga amal ibadah kurban yang telah dilaksanakan diterima oleh Allah SWT dan membawa keberkahan bagi seluruh keluarga besar SMA Negeri 1 Rawalo. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.


Sekolah integritas adalah program unggulan SMA Negeri 1 Rawalo yang berkomitmen membangun karakter dan moralitas seluruh warga sekolah (Guru, Tenaga Kependidikan, dan Murid) sebagai fondasi utama pendidikan. Program ini menegaskan bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari prestasi akademik murid tetapi juga dari kualitas integritas pribadi setiap warga sekolah.

Pada kesempatan pagi yang cerah, warga SMA Negeri 1 Rawalo melaksanakan kegiatan apel pagi dalam rangka Launching dan Deklarasi Sekolah Berintegritas (SBI) SMA Negeri 1 Rawalo. Melalui acara tersebut, kita tanamkan dan wujudkan sekolah yang Jujur, Mandiri, Tanggung jawab, Berani, Sederhana, Peduli, Disiplin, Adil dan Kerja keras (JuMaT BerSePeDA Ka).

Partisipasi warga sekolah merupakan fondasi utama dalam mewujudkan sekolah yang berintegritas. Setiap elemen sekolah mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, hingga murid memiliki peran strategis dalam membangun budaya kejujuran dan tanggung jawab.

Jujur
Jujur bagi warga sekolah adalah sikap lurus hati, tulus, dan tidak berbohong dalam perkataan maupun perbuatan sesuai dengan fakta atau kenyataan. Bagi siswa, jujur berarti berani berkata benar, tidak menyontek, mengakui kesalahan, dan bertanggung jawab atas tindakannya tanpa curang atau memanipulasi data.
Mandiri
Mandiri bagi warga sekolah adalah kemampuan untuk belajar, berpikir, dan bertindak secara otonom tanpa bergantung pada bantuan orang lain untuk menyelesaikan tugas-tugas kesehariannya. Bagi siswa, mandiri berarti memiliki inisiatif, regulasi diri yang baik, serta kesiapan menerima konsekuensi dari setiap keputusan yang diambil di lingkungan sekolah maupun rumah.
Tanggung jawab
Tanggung jawab bagi warga sekolah adalah kesadaran dan kesiapan untuk melaksanakan semua kewajiban, menanggung segala akibat, serta mempertanggungjawabkan setiap tindakan yang dilakukan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Bagi murid, tanggung jawab berarti memahami posisi diri sebagai pelajar yang harus menyeimbangkan antara hak dan kewajiban secara selaras.
Berani
Berani bagi warga sekolah adalah kemampuan mental dan emosional untuk menghadapi rasa takut, kesulitan, atau tantangan demi menegakkan kebenaran dan mencapai kemajuan belajar. Bagi siswa, berani bukan berarti nekat tanpa perhitungan, melainkan kekuatan prinsip untuk mengambil risiko positif, mengeksplorasi hal baru, dan mempertahankan nilai-nilai moral di sekolah.
Sederhana
Sederhana bagi warga sekolah adalah sikap dan perilaku yang bersahaja, tidak berlebih-lebihan, dan mampu menyesuaikan diri antara keinginan dengan kebutuhan nyata. Bagi siswa, hidup sederhana berarti fokus pada esensi fungsi suatu barang untuk mendukung proses belajar, bukan pada gengsi, kemewahan, atau pamer status sosial.
Disiplin
Disiplin bagi warga sekolah adalah kepatuhan dan ketaatan yang konsisten terhadap tata tertib sekolah, waktu, serta komitmen belajar yang dibuat oleh diri sendiri. Bagi siswa, disiplin bukan sekadar takut pada hukuman guru, melainkan kesadaran internal untuk mengendalikan diri agar proses belajar berjalan teratur dan optimal.
Adil
Adil bagi warga sekolah adalah sikap menempatkan sesuatu pada tempatnya, memperlakukan teman tanpa membeda-bedakan, serta memberikan hak dan kewajiban secara proporsional di sekolah. Bagi siswa, adil bukan berarti semua orang harus menerima perlakuan yang sama rata, melainkan perlakuan yang sesuai dengan kebutuhan, aturan, dan porsi masing-masing.
Kerja Keras
Kerja keras bagi warga sekolah adalah pengerahan seluruh daya, usaha, pikiran, dan waktu secara maksimal untuk mencapai prestasi akademik maupun non-akademik yang optimal. Bagi siswa, kerja keras berarti tidak mudah menyerah saat menghadapi materi pelajaran yang sulit, melainkan terus mencoba dengan tekun hingga mencapai target belajar yang diinginkan.
Semua karakter dapat terwujud dengan adanya sinergitas semua warga sekolah dalam bertindak dan berperilaku. Deklarasi ini tidak hanya sebuah simbolis saja, tetapi sebagai bentuk dukungan dan komitmen bersama warga SMA Negeri 1 Rawalo.
Penulis : Fikri Ghani Kelas X 8 (Ketua Gerakan Literasi Sekolah)
Editor : Isnaini, S.Pd., M.Pd.





