Kombel “SINAR” SMA Negeri 1 Rawalo Perkuat Budaya Belajar Guru dan Kinerja Profesional


Rawalo, Senin (12 Januari 2026) — Komunitas Belajar (Kombel) “SINAR” SMANRA melaksanakan kegiatan Hari Belajar Guru yang berlangsung di Aula Srikandi pada pukul 07.00–09.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dan karyawan SMA Negeri 1 Rawalo, bersamaan dengan pelaksanaan kegiatan Literasi Keagamaan REALITA (Religius Literasi Kita) oleh peserta didik.

Kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta sambutan Kepala SMA Negeri 1 Rawalo. Dalam sambutannya, Bapak Bambang Yuniarto, S.Pd., M.M. menyampaikan terima kasih kepada seluruh Bapak/Ibu guru dan karyawan yang telah berkenan hadir dan mengikuti kegiatan Kombel di tengah kesibukan tugas kedinasan. Beliau juga mengajak seluruh peserta untuk senantiasa bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat yang telah diberikan sehingga seluruh tugas kedinasan dapat terlaksana dengan baik. Sholawat serta salam senantiasa disanjungkan kepada Nabi Muhammad SAW, semoga seluruh keluarga besar SMA Negeri 1 Rawalo mendapatkan syafaatnya.

Sebagai narasumber pertama, Bapak Bambang Yuniarto, S.Pd., M.M. menyampaikan materi tentang Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) serta implementasinya dalam RPP dan Modul Ajar. Beliau menjelaskan pentingnya penerapan pola pikir bertumbuh (growth mindset) dibandingkan pola pikir tetap (fixed mindset). Pembelajaran Mendalam bertujuan melengkapi pendekatan pembelajaran dengan memperkuat praktik pedagogi agar pembelajaran lebih bermakna.

Melalui Pembelajaran Mendalam, siswa SMA diharapkan mampu menguasai delapan Dimensi Profil Lulusan, yaitu beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, kewargaan, kreativitas, penalaran kritis, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi. Dalam penyusunan modul ajar, tidak semua dimensi harus dimasukkan, melainkan dipilih yang paling relevan dengan tujuan pembelajaran.

Selain itu, disampaikan pula tiga Prinsip Pembelajaran, yaitu berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan; tiga Pengalaman Belajar meliputi memahami, mengaplikasi, dan merefleksi; serta empat Kerangka Pembelajaran, yaitu praktik pedagogis, lingkungan pembelajaran, pemanfaatan digital, dan kemitraan pembelajaran.

Materi juga menekankan pentingnya budaya berbagi praktik baik. Prinsip dasar berbagi praktik baik meliputi kejujuran, mindset berbagi (bukan kompetisi), praktik baik (bukan praktik terbaik), serta melampirkan bukti dan dokumen pendukung. Adapun komponen berbagi praktik baik meliputi kondisi sebelum dan sesudah, dampak yang dirasakan, testimoni, kunci keberhasilan, serta lampiran sebagai bukti pendukung.

Narasumber kedua, Bapak Kirtam, S.Pd. selaku Waka Humas SMA Negeri 1 Rawalo, menyampaikan materi Perencanaan Kinerja di Ruang GTK. Beliau mengingatkan pentingnya mengikuti lini masa pengelolaan kinerja, yaitu perencanaan kinerja dan persiapan praktik kinerja pada bulan Januari, pelaksanaan observasi praktik kinerja dan tindak lanjut pada Februari hingga November, serta penetapan predikat kinerja pada bulan Desember.

Narasumber ketiga, Bapak Dwi Hantoro, S.Pt. selaku Kasubag TU SMA Negeri 1 Rawalo, menyampaikan materi Pengelolaan Aplikasi Penilaian Kinerja Pegawai. Beliau mengingatkan agar guru dan karyawan menyiapkan dokumen penilaian kinerja jauh sebelum batas waktu. Melalui ASN Digital, guru dapat mengakses menu My ASN sesuai kebutuhan dan mengirim SKP tahunan ke SI ASN. Kendala yang sering muncul di antaranya drive terkunci, realisasi belum diisi, atau realisasi yang belum lengkap. Selain itu, PNS juga dihimbau untuk mengisi angka kredit secara tertib.

Testimoni dari Ibu Norma: “Hari belajar guru yang dilaksanakan pagi ini sangat menginspirasi saya untuk tidak kenal lelah belajar, dan moment ini sangat seru karena semuanya bisa berbagi pengalaman belajar dan mengajarnya”

Testimoni dari Bapak Imam Hidayat: “Kegiatan yang dilaksanakan Kombel “SINAR” SMANRA bagus, dan luar biasa. Sangat menginspirasi dan berbagi ilmu dengan Bapak/Ibu yang lain.

Kegiatan Hari Belajar Guru melalui Kombel “SINAR” SMANRA dijadwalkan rutin setiap hari Senin pada minggu ke-2 dan ke-4, bersamaan dengan kegiatan Literasi Keagamaan REALITA. Melalui kegiatan ini, diharapkan guru dan karyawan SMA Negeri 1 Rawalo dapat terus belajar, mengembangkan kompetensi, serta berbagi praktik baik demi terciptanya pembelajaran yang lebih bermakna dan menyenangkan.

SMANRA Campus Fair ke-6 Tahun 2025: Investing in Knowledge, Powering the Future

Rawalo, 15 Desember 2025 — SMA Negeri 1 Rawalo kembali menunjukkan komitmennya dalam mendampingi peserta didik merencanakan masa depan melalui penyelenggaraan SMANRA Campus Fair ke-6 Tahun 2025. Mengusung tema “Investing in Knowledge, Powering the Future”, kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 15 Desember 2025 dengan lokasi terpisah, yakni Aula Srikandi untuk siswa kelas XII dan Lapangan Basket untuk siswa kelas X dan XI karena keterbatasan ruang.

Kegiatan ini diikuti oleh 14 institusi pendidikan, terdiri atas Perguruan Tinggi Negeri, Perguruan Tinggi Swasta, serta Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Sebanyak 287 siswa kelas XII mengikuti kegiatan dengan antusias sebagai bekal penting menentukan langkah pendidikan dan karier setelah lulus sekolah.

Pembukaan dan Sambutan Kepala Sekolah

Acara diawali dengan sambutan Kepala SMA Negeri 1 Rawalo, Bapak Bambang Yuniarto, S.Pd., M.M. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh perguruan tinggi dan LPK yang telah berkenan hadir, Bapak/Ibu guru, staf Tata Usaha, serta seluruh siswa SMA Negeri 1 Rawalo yang mengikuti kegiatan dengan penuh semangat.

Beliau juga mengawali sambutan dengan ungkapan syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat-Nya, serta sholawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW.
Menurut beliau, SMANRA Campus Fair ke-6 merupakan bukti nyata kepedulian sekolah terhadap masa depan seluruh murid. Melalui forum ini, siswa diharapkan memperoleh gambaran yang konkret dan jelas mengenai profil perguruan tinggi dan LPK, termasuk keunggulan serta peluang yang ditawarkan.

“Pada tahun 2025, tercatat 33,45% siswa SMA Negeri 1 Rawalo telah diterima di perguruan tinggi negeri maupun swasta. Tahun 2026, mudah-mudahan seluruh siswa lulus dan diterima di perguruan tinggi yang diharapkan,” ujar beliau penuh optimisme.

Beliau juga mendorong siswa untuk aktif bertanya dan memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya agar semakin termotivasi menentukan pilihan pendidikan yang sesuai minat dan bakat. Acara kemudian secara resmi dibuka dengan mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim.”

Perguruan Tinggi dan LPK Peserta

SMANRA Campus Fair ke-6 Tahun 2025 menghadirkan berbagai institusi dengan latar belakang dan keunggulan berbeda, yaitu:

  1. Telkom University (TEL-U) Purwokerto
    Perguruan tinggi berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang unggul dalam bidang digital, bisnis, dan teknologi, dengan kurikulum berorientasi industri.
  2. Universitas Al-Irsyad Cilacap (UNAIC)
    Perguruan tinggi yang mengintegrasikan keilmuan modern dengan nilai-nilai keislaman, menawarkan berbagai program studi unggulan.
  3. Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP)
    Salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Jawa Tengah dengan beragam fakultas, dikenal unggul dalam akademik, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
  4. Universitas Terbuka (UT) Purwokerto
    Menawarkan sistem pembelajaran jarak jauh yang fleksibel, cocok bagi mahasiswa yang ingin kuliah sambil bekerja.
  5. Bina Sarana Informatika (BSI) Purwokerto
    Fokus pada bidang teknologi informasi, bisnis digital, dan komunikasi dengan pendekatan praktis.
  6. Akademi Farmasi Husada Purwokerto
    Lembaga pendidikan vokasi di bidang kefarmasian yang menyiapkan lulusan siap kerja di dunia kesehatan.
  7. Universitas Amikom
    Dikenal dengan keunggulan di bidang teknologi kreatif, multimedia, dan industri digital.
  8. Universitas Putra Bangsa (UPB) Kebumen
    Menawarkan program studi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan kewirausahaan.
  9. Universitas Harapan Bangsa
    Perguruan tinggi yang fokus pada pengembangan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing.
  10. Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (UNUGHA) Cilacap
    Mengedepankan nilai keislaman, kebangsaan, dan keilmuan dalam setiap program studinya.
  11. LPK Juara Bangsa
    Lembaga pelatihan kerja yang membekali peserta dengan keterampilan siap kerja.
  12. LPK Ishizuka
    LPK yang berfokus pada pelatihan kerja dan penyaluran tenaga kerja ke luar negeri.
  13. LPK Boseyo
    Menyediakan pelatihan keterampilan praktis sesuai kebutuhan industri.

Satu LPK lainnya berhalangan hadir, namun tidak mengurangi semarak dan manfaat kegiatan.

Antusiasme dan Kesan Peserta Didik

Antusiasme siswa terlihat dari keaktifan mereka mengunjungi stan, bertanya, serta berdiskusi langsung dengan perwakilan perguruan tinggi dan LPK.

Zelia, siswa kelas XII-4, menyampaikan kesannya bahwa SMANRA Campus Fair 2025 merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat dan menarik. Kehadiran berbagai universitas ternama serta LPK memberikan wawasan luas mengenai pilihan pendidikan dan karier. Informasi yang disampaikan jelas, interaktif, dan membantu siswa memahami jurusan, jalur masuk perguruan tinggi, hingga peluang kerja. Suasana kegiatan yang tertata rapi dan penuh antusias turut memotivasi siswa merencanakan masa depan.

Pesan dari Zelia, kegiatan ini diharapkan dapat terus dilaksanakan setiap tahun, bahkan ditambah sesi motivasi atau sharing dari alumni agar siswa semakin yakin dalam menentukan pilihan.

Sementara itu, siswa kelas XI juga menyampaikan kesan positif. Mereka menilai para kakak mahasiswa ramah dan penjelasannya detail sehingga mudah dipahami. Pesannya, kegiatan ini sudah sangat baik dan diharapkan dapat terus ditingkatkan ke depannya.

Penutup

Melalui SMANRA Campus Fair ke-6 Tahun 2025, SMA Negeri 1 Rawalo kembali menegaskan perannya sebagai sekolah yang peduli dan visioner dalam menyiapkan masa depan peserta didik. Kegiatan ini menjadi sarana strategis untuk berinvestasi dalam pengetahuan, membuka wawasan, serta menyalakan semangat siswa dalam meraih masa depan yang lebih baik.

Dengan tema “Investing in Knowledge, Powering the Future”, SMANRA Campus Fair tidak hanya menjadi ajang pameran pendidikan, tetapi juga langkah nyata membangun generasi yang siap melangkah dan berdaya saing. Top of Form

IHT “Sekolah Ramah Anak” di SMA Negeri 1 Rawalo: Menguatkan Peran Guru dalam Menciptakan Lingkungan Pendidikan yang Aman dan Humanis

SMA Negeri 1 Rawalo kembali menggelar kegiatan In House Training (IHT) sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi guru. Pada Jumat, 12 Desember 2025, Aula Srikandi menjadi tempat berlangsungnya IHT dengan tema “Sekolah Ramah Anak”, menghadirkan narasumber Josse Nur Madjid, S.Psi., seorang psikolog sekaligus pegiat pendidikan anak dan remaja.
Kegiatan diawali dengan sambutan oleh Kepala SMA Negeri 1 Rawalo, Bapak Bambang Yuniarto, S.Pd., M.M. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan terima kasih kepada narasumber yang telah hadir serta apresiasi kepada para guru yang tetap menyempatkan waktu untuk mengembangkan diri di tengah kesibukan.


Beliau menegaskan bahwa konsep sekolah ramah anak merupakan bagian dari komitmen SMA Negeri 1 Rawalo dalam memberikan pelayanan pendidikan terbaik. Sekolah terus berupaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, bersih, sehat, serta bebas dari kekerasan. Berbagai metode pembelajaran yang bervariasi pun terus dikembangkan agar peserta didik lebih tertarik dan termotivasi dalam belajar.
Dengan mengucap “Bismillahirrahmanirrahim…”, Kepala Sekolah secara resmi membuka kegiatan IHT “Sekolah Ramah Anak”.
Pada sesi inti, Josse Nur Madjid, S.Psi. menyampaikan beberapa poin penting terkait perkembangan anak, dinamika generasi, dan penerapan konsep sekolah ramah anak dalam praktik sehari-hari di sekolah.
1. “Di Mana Sekolahnya Orang Tua?”
Narasumber membuka materi dengan pertanyaan reflektif:
“Di mana sekolahnya orang tua?”
Pertanyaan ini mengajak peserta merenungkan bahwa anak tidak hanya belajar di sekolah, melainkan juga di rumah dan lingkungan sosial. Karena itu, pendidikan karakter harus menjadi sinergi antara guru dan orang tua. Ketika komunikasi dan dukungan keluarga berjalan baik, perkembangan anak pun menjadi lebih optimal.
2. Mengenal Gen-Z
Guru perlu memahami karakteristik Generasi Z, yaitu generasi yang tumbuh di era digital, serba cepat, dan penuh keterbukaan informasi. Gen-Z dikenal:
Berpikir kritis dan logis
Memiliki rasa ingin tahu tinggi
Lebih nyaman dengan visual dan teknologi
Membutuhkan ruang untuk berekspresi
Senang diberi kesempatan berpartisipasi
Pemahaman terhadap karakter generasi ini penting agar guru dapat memilih metode pembelajaran yang tepat, komunikatif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik saat ini.
3. Bagaimana Kepribadian Anak Terbentuk
Menurut narasumber, kepribadian anak dibentuk oleh kombinasi faktor genetis, lingkungan rumah, pola pengasuhan, sekolah, dan pergaulan. Guru memiliki peran besar karena sekolah menjadi tempat anak mengembangkan diri, belajar nilai, serta membentuk identitas sosial.
 
 
4. Pola Asuh Orang Tua
Narasumber memaparkan tiga pola asuh yang sering ditemukan dalam keluarga:
Otoriter
Orang tua menuntut anak patuh tanpa banyak dialog.
Anak sering tumbuh dengan rasa takut dan kurang percaya diri.
Permisif
Orang tua sangat longgar dan cenderung membiarkan anak mengambil keputusan sendiri.
Anak berpotensi sulit mengontrol diri dan kurang disiplin.
Demokratis
Orang tua memberikan kebebasan namun tetap disertai aturan dan komunikasi yang hangat.
Anak biasanya tumbuh mandiri, percaya diri, dan mampu mengatur emosinya.
Guru perlu memahami pola-pola ini karena sering kali perilaku siswa di sekolah merupakan cerminan dari pola pengasuhan di rumah.
5. Keterkaitan IQ, EQ, dan SQ pada Anak
Narasumber juga menjelaskan bahwa perkembangan anak tidak hanya ditentukan oleh IQ (Intellectual Quotient) saja, tetapi juga oleh EQ (Emotional Quotient) dan SQ (Sosial Quotient):
IQ berperan dalam kemampuan berpikir, memecahkan masalah, dan prestasi akademik.
EQ menentukan kemampuan mengelola emosi, berempati, dan bersosialisasi.
SQ membantu anak memiliki nilai, makna hidup, serta kesadaran moral.
Ketiga aspek ini harus dikembangkan secara seimbang agar anak tumbuh sebagai pribadi yang cerdas, berkarakter, dan berempati.

Melalui kegiatan IHT ini, para guru SMA Negeri 1 Rawalo mendapatkan wawasan baru tentang bagaimana mewujudkan sekolah ramah anak yang benar-benar berpihak pada perkembangan peserta didik. Sinergi antara sekolah, guru, dan orang tua menjadi kunci utama dalam membentuk lingkungan yang aman, nyaman, sekaligus mendorong tumbuh kembang anak secara optimal.
IHT ini sekaligus memperkuat komitmen SMA Negeri 1 Rawalo untuk terus menghadirkan pendidikan yang humanis, inklusif, dan mendidik dengan hati.

PENGUMUMAN HASIL PPDB SMA NEGERI 1 RAWALO TAHUN PELAJARAN 2024/2025

Pengumuman hasil Penerimaan Peserta Didik Baru SMA Negeri 1 Rawalo Tahun Pelajaran 2024/2025 dapat di unduh pada Link berikut :

Untuk selanjutnya Bagi Peserta Didik yang dinyatakan diterima WAJIB Melakukan Daftar Ulang pada Tanggal 3 – 12 Juli 2024 Di SMA Negeri 1 Rawalo Pukul 08.00 – 12.00 WIB dengan membawa Berkas-berkas sebagai Berikut :

  1. Bukti Pendaftaran
  2. Asli dan Fotocopy Surat Keterangan Lulus
  3. Asli dan Fotocopy Surat Keterangan Nilai Raport
  4. Asli dan Fotocopy Akte Kelarian
  5. Asli dan Fotocopy Kartu Keluarga
  6. Asli dan Fotocopy KIP (Jika Memiliki)
  7. Asli dan Fotocopy Piagam (Jika Memiliki)
  8. Materai 10.000 1 Lembar

Nb.

  1. Semua berkas di masukan ke dalam MAP
  2. Wajib datang bersama orang tua/wali
  3. Datang sesuai jadwal yang telah ditentukan
  4. Peserta didik yang tidak melakukan daftar ulang sampai batas waktu yang ditentukan dinyatakan mengundurkan diri

Memakai Seragam SMP/MTs

Ketentuan Daftar Ulang Dapat di Download di link dibawah :

Informasi PPDB SMA N 1 Rawalo Banyumas Tahun Pelajaran 2024/2025

Hello, Students????

Open Registration Peminatan SMA Negeri 1 Rawalo Tahun 2024✨

*REGISTRASI*
1. Klik Link di bawah ini kemudian isi biodata kalian ????
????
http://bit.ly/SMANRAHEBAT

2. Jika kalian mengalami kesulitan ????, silakan hubungi nomor hp di bawah ini ☺️
????
082323389955 Admin

atau bisa langsung datang ke SMA Negeri 1 Rawalo.
????️ Senin – Jum’at
⏰ 08.00 s.d 15.00

3. Untuk mendapatkan info terbaru PPDB SMA N 1 Rawalo silakan ikuti Instagram
@smanrawalo
@osis_smanra_official

dan jangan lupa subcribe chanel youtube
. SMA N 1 Rawalo Bms
. OSSARA CHANNEL

*Selamat bergabung dengan kami*

Terimakasih????

#SMA UNGGUL
#SMANRA BISA
#SMANRA JAYA

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA TARTIL  BAGI PESERTA DIDIK SESUAI KAIDAH TAJWID DI SEKOLAH MENENGAH ATAS PADA MATA PELAJARAN PAI

Destiana Fajriatun, S.Pd.I

SMA Negeri 1 Rawalo

Email : anailaika.df@gmail.com

ABSTRAKSI

      Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam pada muatan Al-Qur’an Hadits dipelari dengan tujuan untuk menumbuhkan dan meningkatkan pengetahuan siswa dalam bidang Al-Qur’an Hadits.  Peningkatan tersebut dapat melalui pemberian dan pemupukan pengetahuan, penghayatan, pengalaman serta pengamalan siswa dalam membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid, sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang dan meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an yang merupakan kalam Allah swt. serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sebagai bentuk implementasi dari ayat Al- Qur’an maupun hadits yang dipelajari dalam materi tertentu.

      Dalam hal ini, kata tartil disusun dari kata Ratala yang berarti serasi dan indah ucapan atau kalimat yang disusun secara rapi dan diucapkan dengan baik dan benar. Membacanya secara perlahan sambil memperjelas huruf-huruf berhenti dan memulai, sehingga pembaca dan pendengarnya dapat memahami dan menghayati kandungan pesannya. (Sumardi, Tadarus Al-Qur’an, 2009: 9 ). Penulis seringkali mendapati peserta didik saat mempelajari materi PAI yang bermuatan Al-Qur’an Hadits terkait dengan penilaian keterampilan melalui membaca atau menghafal ayat dari surat tertentu pada materi di dalamnya masih belum baik dan benar sesuai tajwid. Maka penulis mengatasi hal tersebut dengan memberikan media pembelajaran berupa media cetak kartu tajwid dan media audio visual terkait contoh bacaan tartil yang baik dan benar.

I.  PENDAHULUAN

     Bagi guru yang mengajar peserta didik di kelas X dan XI IPS pada mata pelajaran umum yaitu PAI sering menjumpai beberapa peserta didik yang belum dapat membaca Al-Qur’an dengan tartil sesuai tajwid dengan baik dan benar. Guru tersebut perlu membutuhkan kesabaran, ketekunan dan kreativitas. Apalagi SMA Negeri tersebut adalah sekolah umum bukan sekolah berbasis agama sebagaimana tempat penulis mengajar, tentu menjadi tantangan tersendiri. Sebab pada peserta didik yang belum dapat membaca tartil biasanya mereka akan menganggap mata pelajaran PAI ada materi yang memberatkan yaitu pada praktek keterampilan membaca ataupun menghafal ayat tertentu dari salah satu surat di Al-Qur’an yang sesuai dengan materi yang diajarkan. Hal ini dialami penulis kurang lebih selama 7 tahun mengajar di kelas X dan XI.

     Penulis mendapati beberapa peserta didik masih mengalami kesulitan dalam membaca tartil. Peserta didik ini ada yang sama sekali belum dapat membaca tartil karena belum begitu memahami hukum bacaan. Bahkan beberapa peserta didik masih merasa tidak percaya diri meskipun sudah dapat membaca, dan sebagian yang lain menganggap bahwa untuk membaca atau menghafal ayat tertentu merupakan hal yang sangat memberatkan. Maka tidak salah apabila kesulitan membaca tartil karena belum dapat memahami tajwid dengan baik dan benar berakibat menghambat peserta didik dalam mempraktekkan bacaan tartil pada materi PAI muatan Al-Qur’an Hadits.

     Pengalaman dalam proses pembelajaran di kelas X dan XI penulis menjumpai kurang lebih 10 peserta didik di setiap kelas yang belum memahami hukum bacaan atau tajwid pada bidang studi yang penulis ampu, sehingga mereka masih belum mampu membaca ayat Al-Qur’an dengan baik dan benar. Dalam setiap kegiatan tanya jawab untuk memeriksa pemahaman peserta didik tentang hukum bacaan, beberapa anak tersebut pasif.  Ketika proses pembelajaran berlangsung peserta didik ini perlu penjelasan yang memudahkan mereka memahami hukum bacaan.

     Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penulis melakukan kegiatan pendalaman materi setiap KBM berlangsung pada bagian materi Al-Qur’an Hadits  tentang hukum bacaan tajwid dan beberapa menit sebelum KBM berlangsung peserta didik bersama untuk literasi dengan cara membaca suratan pendek bersama beberapa surat lalu membaca satu per satu sesuai urutan tempat duduk dengan cara satu anak membacakan satu ayat dan seterusnya. Hal itu dilakukan oleh penulis karena membaca Al-Qur’an menjadi sempurna bila disertai pemahaman dan pengamalan ilmu tajwid. Pengertian hukum tajwid jika dikaji dari asal-usul katanya berasal dari bahasa Arab, yakni dari kata dan bentuk masdar (jawwada- yujawwidu- tajwid). Adapun makna dari kata tersebut adalah memperbaiki, memperindah, dan memperbagus. Dalam ilmu terminologi, kata tajwid memiliki pengertian sebagai berikut : “Mengeluarkan setiap huruf dari makhrajnya (tempat keluarnya) dengan memberikan hak-hak dan mustahaq dari sifat yang dimilikinya”. Dengan demikian, tajwid merupakan ilmu yang membahas ilmu yang mempelajari tentang tata cara kaidah dalam membaca Al-Qur’an. (https://kumparan.com/kabar-harian/hukum-tajwid-pengertian-jenis-dan-contohnya-1xcLJ8f61R5/1 )

     Berdasarkan pengalaman pembelajaran tersebut, penulis berusaha mencari pemecahan masalah pada tahun berikutnya, karena salama mengajar penulis masih mendapati peserta didik yang belum mampu membaca Al-Qur’an secara tartil yang sesuai dengan kaidah tajwid. Selain melalui pendalaman materi, penulis menggunakan media cetak berupa kartu pelangi tajwid untuk mempermudah peserta didik menentukan hukum bacaan yang sesuai, yang dilakukan dengan strategi yang tepat dan kreatif dan juga menggunakan media audio visual dengan menampilkan contoh bacaan tartil yang baik dan benar. Penulis juga membiasakan kembali tadarus suratan pendek beberapa menit sebelum memulai pembelajaran PAI di kelas.  

II.  PERMASALAHAN

 Berdasarkan uraian dan gambaran sebagaimana tertuang pada pendahuluan di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :

  1. Apa yang menjadi penyebab peserta didik belum mampu membaca Al-Qur’an dengan tartil?
  2. Bagaimana upaya meningkatkan kemampuan membaca tartil pada peserta didik yang sesuai dengan kaidah tajwid?

III.  PEMBAHASAN

      A. Penyebab Peserta Didik belum mampu membaca Al-Qur’an dengan tartil

      Penyebab peserta didik belum mampu membaca Al-Qur’an dengan tartil dapat disebabkan karena adanya faktor            internal dan eskternal.

  1. Faktor Internal

     Faktor Internal  merupakan faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar. Faktor internal biasanya                   meliputi: faktor jasmaniah dan faktor psikologis. (https://brainly.co.id/tugas/2520902 ). Berikut faktor internal yang           penulis temui pada peserta didik di SMAN tempat penulis mengajar :

  • Adanya peserta didik yang belum mengenal ilmu tajwid. Karena banyak di antara peserta didik kelas X dan XI kurang memperhatikan pelajaran yang disampaikan oleh guru saat menjelaskan materi PAI muatan Al-Qur’an Hadits saat pembelajaran berlangsung.
  • Rerata berasal dari lulusan sekolah dasar yang tidak berbasis agama.
  • Masih banyak peserta didik yang tidak mengaji.
  • Minimnya rasa semangat untuk mempelajari ilmu pengetahuan agama.
  • Masih ada peserta didik yang menganggap tulisan arab itu sulit.

      2. Faktor Eksternal

Menurut pendapat Rooijakkers (2000), Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar si pelajar. Hal ini dapat berupa sarana prasarana, situasi lingkungan baik itu lingkungan keluarga, sekolah maupun lingkungan masyarakat. Penulis mengamati beberapa faktor eksternal yang ada dan dialami oleh peserta didik di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) :

  1. Sarana dan prasarana yang belum memadai
  2. Lingkungan sekitar rumah
  3. Orangtua dan teman sebaya
  4. Minimnya pembelajaran PAI di SMAN pada tiap minggunya
  5. Kurangnya buku atau media penunjang materi PAI pada muatan Al-Qur’an Hadits

B. Upaya meningkatkan kemampuan membaca tartil pada peserta didik yang sesuai dengan kaidah tajwid (Gusman, al-Bahtsu: Vol. 2, No. 2, Desember 2017 )

Dengan adanya permasalahan pada kemampuan membaca Al-Qur’an secara tartil pada peserta didik di Sekolah Menengah Atas Negeri, maka penulis mengemukakan beberapa upaya dalam rangka meningkatkan kemampuan membaca tartil pada peserta didik di sekolah menengah atas ( SMAN ), sebagai berikut :

  1. Bekerja sama dengan pihak sekolah untuk mengadakan jam tambahan atau ekstrakurikuler baca tulis Al-Qur’an setelah KBM.
  2. Meningkatkan kompetensi guru yang berkaitan dengan baca tulis Al-Qur’an dengan pelatihan, diklat dan pembinaan.
  3. Menggunakan media pembelajaran yang mendukung misalnya media cetak berupa kartu tajwid dan media audio visual untuk menampilkan contoh bacaan tartil.
  4. Mengadakan kerjasama dengan TPA di daerah asal peserta didik masing-masing.
  5. Menciptakan kondisi yang baik pada waktu proses belajar mengajar dengan cara menampilkan media pembelajaran yang menarik dan kreatif.
  6. Melengkapi sarana dan prasarana pembelajaran Al-Qur’an di SMAN
  7. Mengadakan kerjasama dengan orang tua peserta didik dalam memantau perkembangan kemampuan anak di rumah.

Selain dari beberapa upaya di atas, sebagai seorang guru hendaknya juga tidak boleh berhenti untuk memberikan motivasi dan arahan kepada peserta didik yang belum mampu membaca Al-Qur’an dengan tartil yang sesuai kaidah tajwid. Ketika guru hendak melaksanakan penilaian pada aspek keterampilan terkait dengan mempraktekkan membaca tartil maupun hafalan, maka terlebih dulu guru harus memberikan teori tentang hukum bacaan dan menampilkan melalui media audio visual contoh membaca tartil yang baik dan benar.  Selain itu, guru memberikan keleluasaan bagi peserta didik untuk menampilkan bacaan tartil sesuai dengan versi mereka masing-masing dengan demikian peserta didik tidak merasa terbebani. Guru juga menyediakan waktu untuk refleksi dan koreksi tentang membaca tartil yang sesuai kaidah tajwid dan memberikan kesempatan perbaikan penilaian keterampilan praktek membaca tartil jika peserta didik bersedia.

VI.  PENUTUP

Berdasarkan dari uraian di atas penulis dapat menyimpulkan karya ilmiah ini sebagai berikut :

     A.  Kesimpulan

  1. Dalam pembelajaran PAI pada muatan materi Al-Qur’an Hadits terdapat tujuan pembelajaran berupa menampilkan bacaan Al-Qur’an dengan tartil sesuai kaidah tajwid.
  2. Beberapa peserta didik pada tiap kelas yang diampu belum memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan tartil sesuai kaidah tajwid.
  3. Peserta didik yang belum mampu membaca Al-Qur’an dengan tartil disebabkan faktor internal dan eksternal.
  4. Harus ada upaya dari guru agar peserta didik termotivasi dalam membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.
  5. Guru harus mampu menjadi pendamping dan memfasilitasi peserta didik terkait dengan kebutuhannya dalam melaksanakan penilaian keterampilan praktek membaca Al-Qur’an dengan tartil yang sesuai kaidah tajwid.

     B. Saran

  1. Guru dan orang tua hendaknya bekerja sama dalam hal belajar dan mengaji peserta didik.
  2. Orang tua diharapkan memperhatikan pentingnya ilmu pengetahuan agama Islam
  3. Sekolah, orang tua murid dan guru mata pelajaran hendaknya selalu menjalin kerja sama untuk menyikapi peserta didik yang belum mampu membaca Al-Qur’an dengan tartil yang sesuai kaidah tajwid.
  4. Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri sekalipun merupakan sekolah umum diharapkan dapat terus melaksanakan fungsi mendidik berbasis agama Islam, sehingga peserta didik tidak menganggap mata pelajaran PAI muatan Al-Qur’an sebagai mata pelajaran yang tidak diperhatikan dengan baik.
  5. Menyediakan sarana peningkatan kualitas profesi guru, agar terus ditingkatkan sehingga dapat mengimplementasikan metode pembelajaran yang baik, kreatif dengan media yang menyenangkan, sehingga akan meningkatkan mutu pendidikan

DAFTAR PUSTAKA

Sumardi, Tadarus Al-Qur’an (The Hope The Fear), (Pesantren Ulumul Qur‟an, 2009), hlm. 9

https://kumparan.com/kabar-harian/hukum-tajwid-pengertian-jenis-dan-contohnya-1xcLJ8f61R5/1

https://brainly.co.id/tugas/2520902

Rooijakkers (2000), dalam pencarian internet “ faktor eksternal”

Jurnal oleh Gusman, al-Bahtsu: Vol. 2, No. 2, Desember 2017

 

IMPLEMENTASI PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA MELALUI PEMBIASAAN SHALAT DHUHA, DZIKIR DAN DOA.

Profil pelajara Pancasila ada 6 : pertama beriman bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia, kedua berkebhinekaan global, ketiga bergotong royong, keempat mandiri, kelima bernalar kritis keenam kreatif. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwasanya saat ini negara melalui pemangku kebijakan di bidang pendidikan sedang menggalakkan penguatan profil pelajar Pancasila sebagaimana yang terdapat dalam enam butir profil tersebut.

Semua pendidik di lingkungan sekolah di harapkan untuk dapat memberikan penguatan terhadap enam point profil Pancasila tersebut. Guru agama sebagai salah satu bagian darivpendidik juga ikut terlibat berpartisipasi dalam meningkatkan penguatan profil Pancasila terutama poin pertama yaitu beriman bertaqwa kepada Tuhan YME dan berakhlakul karimah, salah satu caranya adalah mengimplementasikan penguatan profil pelajar pancasila melalui pembiasaan shalat dhuha, dzikir dan doa di sekolah.

Proses pembelajaran mata pelajaran agama di SMA Negeri 1 Rawalo adalah selama 3 jam pelajaran setiap pekannya. Sebelum memulai proses pembelajaran di dalam kelas. Anak-anak terlebih dahulu melaksanakan proses pembelajaran di dalam laboratorium agama Islam yaitu masjid Hidayatus Shibyan SMA Negeri 1 Rawalo untuk melaksanakan praktek amaliyah shalat duha, shalat hajat, dzikir dan doa. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pengalaman belajar yang sangat berkesan bagi para siswa yang selanjutkan akan diamalkan terus menerus secara istiqomah dalam kehidupan sehari-hari, selain itu juga dengan istiqomah melaksanakan amaliyah ini semoga para siswa di beri keberkahan kemudahan oleh Tuhan dalam urusan rizki dan cita cita mereka dapat tercapai sehingga menjadi generasi solih solihah yang sukses fi umurid diini wad dunya wal akhiroh amin ya rabbal alamiin. Para siswa sangat antusias dalam mengikuti proses pembelajaran tersebut.

PERESMIAN PERPUSTAKAAN “GRAHA LANTIP”

Jum’at 28 Oktober 2022. Perpustakaan berkaitan erat dengan kegiatan membaca buku, budaya membaca maupun minat baca warga sekolah. Berbagai upaya dilakukan oleh berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta untuk terus mendorong, mengembangkan dan meningkatkan budaya dan minat membaca, mulai dari lingkup pendidikan prasekolah hingga perguruan tinggi. Berbagai upaya yang dilakukan untuk memotivasi masyarakat agar dapat menjadikan bacaan dan perpustakaan sebagai salah satu aspek penting dalam kehidupan, dan sebagai sarana belajar sepanjang hayatnya.

            Dalam rangka meningkatkan budaya literasi bagi warga sekolah khususnya para siswa perpusatakaan SMA Negeri 1 Rawalo selalu di tingkatkan, salah satunya adalah meningkatkan pelayanan dan dengan meeberi nama perpustakaan sekolah dengan nama “GRAHA LANTIP”. Graha berarti rumah, lantip bermakna pintar cerdas. Hal ini memiliki filosofi semoga para siswa menjadi siswa yang selalu disiplin meningkatkan literasi di perpus sehingga perpustakaan menjadi rumah bagi para siswa supaya menjadi pintar dan cerdas. Secara simbolis kepala sekolah ibu Nurul Hidayah, S.Si, M.Pd dan kepala perpusatakaan
“graha lantip” ibu Lutfi Nurhikmah, S.Pd meresmikan dengan menabuh gong dan melepas balon ke udara yang di saksikan oleh semua siswa, guru dan karwayan.

Setelah di laksanakannya peresmian perpusatakaan acara di lanjutkan dengan pengumuman lomba-lomba dan penampilan para juara dalam rangka memeperingati “Bulan Bahasa”. Para juara adalah sebagai berikut: lomba cipta puisi juara 1 Hana Talita kelas 10-2 dan juara 2 Karin Dia Safira kelas 12 IPS 1, lomba baca puisi juara 1 Devi Heraningsih 11 MIPA 2 dan juara ke 2 Isnaeni Sri Wilujeng 12 MIPA 4, lomba baca geguritan juara 1 Duyufur Rohman kelas 12 MIPA 2 dan juara 2 Sasta Sukma Rini kelas 10-6, lomba story telling juara 1 Qonita Salsa kelas 11 MIPA 4 dan juara 2 Zuhara Justitia kelas 10-6. Dengan diadakannya lomba tersebut diharapkan para siswa semakin memiliki prestasi di masa yang akan datang.

ISTIQOMAH MENGAWALI TUGAS DENGAN BERDOA

Jum’at 28 Oktober 2022. Setiap pagi pada pukul 06.50 sebelum para guru dan karyawan memulai aktifitas bertugas selalu dilaksanakan doa pagi. Doa pagi di pimpin oleh guru agama bapak Yulistya Gunawan. Setelah doa kemudian dilanjutkan dengan informasi tugas-tugas yang berkaitan kedinasan yang di pandu oleh ibu kepala sekolah ibu Nurul Hidayah, S.Si, M,Pd. Setelah itu ibu bapak guru masuk ke dalam kelas untuk melaksanakan proses pembelajaran dengan para siswa yang di awali dengan dzikir asma’ul husna yang di pandu oleh pengurus Rohis dari central sumber suara.

Kegiatan-kegiatan bernuansa religi yang dilaksanakan di sekolah sebagai salah satu lingkungan mendidik generasi muda secara istiqomah ini semoga akan mendatangkan keberkahan-keberkahan dari Tuhan Allah SWT bagi seluruh warga sekolah baik untuk guru, karyawan maupun para siswa semua, amiin ya rabbal alamiin.