Rawalo, 29 Mei 2026 — SMA Negeri 1 Rawalo kembali menunjukkan komitmennya dalam menanamkan nilai religius dan kepedulian sosial melalui kegiatan “Idul Adha Berbagi 1447 H” yang dilaksanakan pada Jumat, 29 Mei 2026 di halaman SMA Negeri 1 Rawalo.

Kegiatan ini selaras dengan visi SMA Negeri 1 Rawalo, yaitu “Religius, Unggul, Berbudi Luhur, Mandiri, Kreatif, dan Berbudaya Lingkungan.” Momentum Hari Raya Idul Adha dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat nilai keimanan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama.
Pada tahun ini, keluarga besar SMA Negeri 1 Rawalo melaksanakan penyembelihan dan penyaluran hewan kurban berupa:
🐂 1 ekor sapi
🐐 1 ekor kambing
Daging kurban kemudian disalurkan kepada masyarakat di beberapa wilayah sekitar sekolah, yaitu Desa Pesawahan, Banjarparakan, Tambaknegara, Sidamulih, dan Rawalo yang sebelumnya telah menerima kupon pembagian. Selain masyarakat sekitar, kegiatan ini juga melibatkan peserta didik melalui perwakilan dari masing-masing kelas sebagai bentuk pembelajaran karakter dan kepedulian sosial.

Kegiatan berlangsung dengan penuh kebersamaan dan kekhidmatan. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala SMA Negeri 1 Rawalo, Bapak Bambang Yuniarto, S.Pd., M.M., beserta bapak/ibu guru, karyawan, panitia, dan masyarakat penerima daging kurban.
Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah hadir untuk menerima daging kurban.
“Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan begitu banyak nikmat sehingga kita dapat berkumpul bersama pada hari yang penuh berkah ini. Sholawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Baginda Rasulullah Muhammad SAW yang syafaatnya kita nantikan di yaumul akhir nanti,” tutur beliau.

Beliau berharap kegiatan Idul Adha Berbagi ini dapat menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antara sekolah dan masyarakat sekitar, sekaligus menumbuhkan rasa empati dan semangat berbagi di lingkungan SMA Negeri 1 Rawalo.
Alhamdulillah, pelaksanaan kegiatan Idul Adha Berbagi 1447 H berjalan dengan lancar dan penuh kebersamaan. Momentum ini menjadi pengingat bahwa nilai pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian sosial merupakan bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat.

Terima kasih disampaikan kepada seluruh panitia, bapak/ibu guru, karyawan, peserta didik, dan semua pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan ini. Semoga amal ibadah kurban yang telah dilaksanakan diterima oleh Allah SWT dan membawa keberkahan bagi seluruh keluarga besar SMA Negeri 1 Rawalo. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.


Sekolah integritas adalah program unggulan SMA Negeri 1 Rawalo yang berkomitmen membangun karakter dan moralitas seluruh warga sekolah (Guru, Tenaga Kependidikan, dan Murid) sebagai fondasi utama pendidikan. Program ini menegaskan bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari prestasi akademik murid tetapi juga dari kualitas integritas pribadi setiap warga sekolah.

Pada kesempatan pagi yang cerah, warga SMA Negeri 1 Rawalo melaksanakan kegiatan apel pagi dalam rangka Launching dan Deklarasi Sekolah Berintegritas (SBI) SMA Negeri 1 Rawalo. Melalui acara tersebut, kita tanamkan dan wujudkan sekolah yang Jujur, Mandiri, Tanggung jawab, Berani, Sederhana, Peduli, Disiplin, Adil dan Kerja keras (JuMaT BerSePeDA Ka).

Partisipasi warga sekolah merupakan fondasi utama dalam mewujudkan sekolah yang berintegritas. Setiap elemen sekolah mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, hingga murid memiliki peran strategis dalam membangun budaya kejujuran dan tanggung jawab.

Jujur
Jujur bagi warga sekolah adalah sikap lurus hati, tulus, dan tidak berbohong dalam perkataan maupun perbuatan sesuai dengan fakta atau kenyataan. Bagi siswa, jujur berarti berani berkata benar, tidak menyontek, mengakui kesalahan, dan bertanggung jawab atas tindakannya tanpa curang atau memanipulasi data.
Mandiri
Mandiri bagi warga sekolah adalah kemampuan untuk belajar, berpikir, dan bertindak secara otonom tanpa bergantung pada bantuan orang lain untuk menyelesaikan tugas-tugas kesehariannya. Bagi siswa, mandiri berarti memiliki inisiatif, regulasi diri yang baik, serta kesiapan menerima konsekuensi dari setiap keputusan yang diambil di lingkungan sekolah maupun rumah.
Tanggung jawab
Tanggung jawab bagi warga sekolah adalah kesadaran dan kesiapan untuk melaksanakan semua kewajiban, menanggung segala akibat, serta mempertanggungjawabkan setiap tindakan yang dilakukan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Bagi murid, tanggung jawab berarti memahami posisi diri sebagai pelajar yang harus menyeimbangkan antara hak dan kewajiban secara selaras.
Berani
Berani bagi warga sekolah adalah kemampuan mental dan emosional untuk menghadapi rasa takut, kesulitan, atau tantangan demi menegakkan kebenaran dan mencapai kemajuan belajar. Bagi siswa, berani bukan berarti nekat tanpa perhitungan, melainkan kekuatan prinsip untuk mengambil risiko positif, mengeksplorasi hal baru, dan mempertahankan nilai-nilai moral di sekolah.
Sederhana
Sederhana bagi warga sekolah adalah sikap dan perilaku yang bersahaja, tidak berlebih-lebihan, dan mampu menyesuaikan diri antara keinginan dengan kebutuhan nyata. Bagi siswa, hidup sederhana berarti fokus pada esensi fungsi suatu barang untuk mendukung proses belajar, bukan pada gengsi, kemewahan, atau pamer status sosial.
Disiplin
Disiplin bagi warga sekolah adalah kepatuhan dan ketaatan yang konsisten terhadap tata tertib sekolah, waktu, serta komitmen belajar yang dibuat oleh diri sendiri. Bagi siswa, disiplin bukan sekadar takut pada hukuman guru, melainkan kesadaran internal untuk mengendalikan diri agar proses belajar berjalan teratur dan optimal.
Adil
Adil bagi warga sekolah adalah sikap menempatkan sesuatu pada tempatnya, memperlakukan teman tanpa membeda-bedakan, serta memberikan hak dan kewajiban secara proporsional di sekolah. Bagi siswa, adil bukan berarti semua orang harus menerima perlakuan yang sama rata, melainkan perlakuan yang sesuai dengan kebutuhan, aturan, dan porsi masing-masing.
Kerja Keras
Kerja keras bagi warga sekolah adalah pengerahan seluruh daya, usaha, pikiran, dan waktu secara maksimal untuk mencapai prestasi akademik maupun non-akademik yang optimal. Bagi siswa, kerja keras berarti tidak mudah menyerah saat menghadapi materi pelajaran yang sulit, melainkan terus mencoba dengan tekun hingga mencapai target belajar yang diinginkan.
Semua karakter dapat terwujud dengan adanya sinergitas semua warga sekolah dalam bertindak dan berperilaku. Deklarasi ini tidak hanya sebuah simbolis saja, tetapi sebagai bentuk dukungan dan komitmen bersama warga SMA Negeri 1 Rawalo.
Penulis : Fikri Ghani Kelas X 8 (Ketua Gerakan Literasi Sekolah)
Editor : Isnaini, S.Pd., M.Pd.
SMA Negeri 1 Rawalo melalui Komunitas Belajar (Kombel) SINAR kembali menggelar kegiatan Hari Belajar GTK dengan tema “Sekolah Berintegritas, Sosialisasi dan Internalisasi Rencana Aksi SBI” pada Selasa, 12 Mei 2026. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Barat ini diikuti oleh seluruh Bapak/Ibu guru serta karyawan SMA Negeri 1 Rawalo sebagai bentuk komitmen bersama dalam membangun budaya sekolah yang berintegritas.
Acara berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh Ibu Yustina Rosalin Aribowo. Suasana semakin khusyuk dengan doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Yulistia Gunawan, S.Pd.I.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Kepala SMA Negeri 1 Rawalo Bapak Bambang Yuniarto, S.Pd., M.M. dan Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Ibu Noer Aini, S.Pd.
Dalam sambutan sekaligus penyampaian materi pertama, Bapak Bambang Yuniarto, S.Pd., M.M. menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT karena seluruh peserta dapat berkumpul untuk belajar bersama dalam suasana yang penuh semangat dan kekeluargaan. Beliau juga mengingatkan pentingnya meningkatkan rasa syukur melalui peningkatan kinerja dan dedikasi dalam menjalankan tugas sebagai pendidik maupun tenaga kependidikan.

Beliau menegaskan bahwa sekolah berintegritas bukan sekadar slogan, melainkan fondasi utama dalam membentuk karakter generasi masa depan. Menurut beliau, Sekolah Berintegritas (SBI) merupakan model pendekatan yang mendorong terciptanya tata kelola sekolah yang baik melalui prinsip akuntabel, transparan, partisipatif, serta penegakan aturan yang konsisten. Dengan demikian, sekolah mampu menekan potensi tindak korupsi sekaligus membangun lingkungan pembelajaran yang kondusif bagi internalisasi nilai-nilai antikorupsi kepada seluruh warga sekolah.

Dalam pemaparannya, beliau juga menyampaikan sembilan nilai integritas yang perlu ditanamkan dan diterapkan dalam kehidupan sekolah sehari-hari, yaitu:
- Jujur
- Peduli
- Mandiri
- Disiplin
- Tanggung jawab
- Kerja keras
- Sederhana
- Berani
- Adil
Selain itu, dijelaskan pula empat pilar indikator Sekolah Berintegritas di Provinsi Jawa Tengah, meliputi kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan non-guru, dan murid. Seluruh indikator tersebut harus diwujudkan melalui berbagai rencana aksi nyata yang terdokumentasi dengan baik.
Dalam penyampaiannya, beliau turut mengutip pesan inspiratif dari Prof. Abdul Mu’ti:
“Jujur itu hebat
Jujur itu selamat
Jujur itu bermartabat”
Serta kutipan dari Imam Syafi’i:
“Tidak ada kemuliaan yang lebih tinggi selain menjadi manusia yang tidak perlu berpura-pura.”
Beliau juga menegaskan bahwa integritas adalah suara hati yang tetap jernih, bahkan di tengah kesunyian, dan harus dimulai dari hati nurani masing-masing individu.
Materi kedua disampaikan oleh Ibu Noer Aini, S.Pd. yang memaparkan tentang implementasi rencana aksi dari program Sekolah Berintegritas. Beliau mengingatkan kembali pentingnya integritas guru dalam menjalankan tugas profesionalnya, salah satunya melalui penyusunan modul ajar yang terintegrasi dengan program SBI serta dilengkapi dengan lampiran bahan ajar yang relevan.

Beliau menjelaskan tentang 9 nilai intergritas dan 9 nilai antikorupsi.
- Jujur : lurus hati, tidak curang
- Peduli : memperhatikan lingkungan sekitar
- Mandiri: tidak bergantung pada orang lain
- Disiplin: taat aturan dan waktu
- Tanggung jawab: Amanah dan berani menanggung akibat
- Kerja keras: bersungguh-sungguh mencapai target
- Sederhana: hidup wajar, tidak berlebihan
- Berani: tidak takut melaporkan kecurangan
- Adil: tidak memihak dan proporsional
Dalam kesempatan ini, beliau juga menjelaskan 4 pilar dengan indikator, sub indikator dan kegiatannya. disampaikan juga beberapa contoh rencana aksi, rekap rencana aksi yang dapat dijadikan referensi.

Melalui kegiatan sosialisasi dan internalisasi ini, diharapkan seluruh warga SMA Negeri 1 Rawalo semakin meningkatkan budaya integritas yang selama ini telah diterapkan. Semangat kebersamaan dan komitmen seluruh warga sekolah diharapkan mampu membawa sekolah menuju lingkungan pendidikan yang semakin berkualitas, transparan, dan berkarakter demi kemajuan bersama.
RAWALO – SMA Negeri 1 Rawalo menyelenggarakan kegiatan In House Training (IHT) Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) pada Senin, 27 April 2026 bertempat di Aula Barat SMA Negeri 1 Rawalo. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam meningkatkan kapasitas pendidik dalam mengintegrasikan pendidikan kependudukan ke dalam proses pembelajaran.

Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala SMA Negeri 1 Rawalo, Bapak Bambang Yuniarto, S.Pd., M.M. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan selamat datang serta terima kasih kepada narasumber SSK dari BKKBN yang telah meluangkan waktu untuk berbagi ilmu dan pengalaman kepada para guru.
Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa bonus demografi merupakan peluang sekaligus tantangan bagi peserta didik. Bonus demografi akan menjadi peluang apabila generasi muda usia produktif mampu memanfaatkan waktunya untuk berkarya serta memiliki keterampilan (life skill). Sebaliknya, hal tersebut akan menjadi tantangan apabila tidak dimanfaatkan dengan baik, sehingga peserta didik tidak memiliki kesiapan menghadapi masa depan.
Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa SMA Negeri 1 Rawalo telah berupaya membekali peserta didik dengan berbagai ilmu dan keterampilan melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Upaya ini sejalan dengan penguatan karakter melalui program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Beliau berharap SMA Negeri 1 Rawalo dapat berkembang menjadi Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) yang paripurna.

Memasuki sesi inti, materi pertama disampaikan oleh Ibu Heny Susilowati, S.K.M., M.P.H., selaku Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana pada Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa pendidikan kependudukan merupakan upaya yang dilakukan secara terencana dan sistematis untuk membantu masyarakat memiliki pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran terhadap kondisi kependudukan.
Melalui pendidikan kependudukan, diharapkan masyarakat—termasuk peserta didik—memiliki perilaku yang bertanggung jawab serta memiliki kepedulian terhadap kualitas hidup generasi masa kini dan masa mendatang.
Selain itu, beliau juga menjelaskan tentang konsep dan prinsip Sekolah Siaga Kependudukan (SSK). SSK merupakan program yang mengintegrasikan isu-isu kependudukan ke dalam pembelajaran dan budaya sekolah. Prinsip utama SSK meliputi:
- Integrasi materi kependudukan dalam pembelajaran
- Penguatan karakter dan kesadaran peserta didik
- Keterlibatan aktif seluruh warga sekolah
- Pembiasaan perilaku yang peduli terhadap isu kependudukan
Tujuan SSK:
- Sebagai pengayaan pembelajaran
- Guru dan Peserta Didik dapat Memahami Isu Kependudukan
- Guru Mampu Mengintegrasikan Isu Kependudukan kedalam Pembelajaran Sesuai dengan Kurikulum
- Terdapat Pojok Kependudukan sebagai Salah Satu Sumber Belajar
Konsep SSK:
- Bukan mata pelajaran baru
- Tidak Menambah Jam Mata Pelajaran
- Mempertajam Materi yang Dibahas
- SSK Berbasis Kurikulum Nasional
- Menjadi Wadah Kegiatan Remaja Seperti PIK-R, GenRe Goes To School
- SSK Bersifat Gradual Karena Meliputi Beberapa Bidang Studi Sesuai Pokok Bahasan pada Mata Pelajaran Tersebut
- Mengedepankan Peran Aktif Peserta Didik untuk Mengamati, Mengumpulkan, Megolah, Menganalisis serta Mengkomunikasikan Data Kependudukan di Tempat Tinggal Mereka Sendiri
Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Bapak Martinus Ujianto, S.I.P., M.I.Kom. yang mengangkat topik pemetaan isu pendidikan dan integrasinya ke dalam modul ajar. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya guru mengenali berbagai isu kependudukan yang relevan dengan konteks pembelajaran, kemudian mengintegrasikannya secara sistematis ke dalam perangkat ajar.
Karakteristik Sekolah Siaga Kependudukan:
- Modul ajar terintegrasi isu kependudukan
- Pojok kependudukan sebagai pusat kegiatan siswa
- Ekstrakurikuler PIK-R sebagai pilar utama
- Kemitraan luas dengan berbagai stakeholders
- Adanya perguruan tinggi pendamping SSK
- Pendampingan berkelanjutan dari Kemendikbud dan BKKBN
Tahap Pembentukan SSK
- Koordinasi dan identifikasi sekolah potensial
- Sosialisasi dan penetapan SSK
- Orientasi dan pelatihan guru
- Tersedianya modul ajar terintegrasi
- Penyediaan pojok kependudukan
- pencanangan

Melalui pendekatan ini, pembelajaran tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran peserta didik terhadap permasalahan nyata di masyarakat. Selain itu, peserta juga diajak untuk lebih mengenal implementasi Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) secara praktis di lingkungan sekolah.

Kegiatan IHT ini berlangsung dengan penuh antusiasme. Para peserta aktif mengikuti diskusi dan tanya jawab sebagai bagian dari proses penguatan pemahaman.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pendidik di SMA Negeri 1 Rawalo semakin siap dalam mengimplementasikan pendidikan kependudukan secara terintegrasi, sehingga mampu mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran sosial, tanggung jawab, serta keterampilan hidup yang kuat.
SMA Negeri 1 Rawalo terus berkomitmen untuk berinovasi dalam dunia pendidikan melalui penguatan program Sekolah Siaga Kependudukan sebagai langkah nyata dalam mempersiapkan generasi masa depan yang berkualitas.

Rawalo, 15 Desember 2025 — SMA Negeri 1 Rawalo kembali menunjukkan komitmennya dalam mendampingi peserta didik merencanakan masa depan melalui penyelenggaraan SMANRA Campus Fair ke-6 Tahun 2025. Mengusung tema “Investing in Knowledge, Powering the Future”, kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 15 Desember 2025 dengan lokasi terpisah, yakni Aula Srikandi untuk siswa kelas XII dan Lapangan Basket untuk siswa kelas X dan XI karena keterbatasan ruang.
Kegiatan ini diikuti oleh 14 institusi pendidikan, terdiri atas Perguruan Tinggi Negeri, Perguruan Tinggi Swasta, serta Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Sebanyak 287 siswa kelas XII mengikuti kegiatan dengan antusias sebagai bekal penting menentukan langkah pendidikan dan karier setelah lulus sekolah.
Pembukaan dan Sambutan Kepala Sekolah
Acara diawali dengan sambutan Kepala SMA Negeri 1 Rawalo, Bapak Bambang Yuniarto, S.Pd., M.M. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh perguruan tinggi dan LPK yang telah berkenan hadir, Bapak/Ibu guru, staf Tata Usaha, serta seluruh siswa SMA Negeri 1 Rawalo yang mengikuti kegiatan dengan penuh semangat.
Beliau juga mengawali sambutan dengan ungkapan syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat-Nya, serta sholawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW.
Menurut beliau, SMANRA Campus Fair ke-6 merupakan bukti nyata kepedulian sekolah terhadap masa depan seluruh murid. Melalui forum ini, siswa diharapkan memperoleh gambaran yang konkret dan jelas mengenai profil perguruan tinggi dan LPK, termasuk keunggulan serta peluang yang ditawarkan.
“Pada tahun 2025, tercatat 33,45% siswa SMA Negeri 1 Rawalo telah diterima di perguruan tinggi negeri maupun swasta. Tahun 2026, mudah-mudahan seluruh siswa lulus dan diterima di perguruan tinggi yang diharapkan,” ujar beliau penuh optimisme.
Beliau juga mendorong siswa untuk aktif bertanya dan memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya agar semakin termotivasi menentukan pilihan pendidikan yang sesuai minat dan bakat. Acara kemudian secara resmi dibuka dengan mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim.”

Perguruan Tinggi dan LPK Peserta
SMANRA Campus Fair ke-6 Tahun 2025 menghadirkan berbagai institusi dengan latar belakang dan keunggulan berbeda, yaitu:
- Telkom University (TEL-U) Purwokerto
Perguruan tinggi berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang unggul dalam bidang digital, bisnis, dan teknologi, dengan kurikulum berorientasi industri. - Universitas Al-Irsyad Cilacap (UNAIC)
Perguruan tinggi yang mengintegrasikan keilmuan modern dengan nilai-nilai keislaman, menawarkan berbagai program studi unggulan. - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP)
Salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Jawa Tengah dengan beragam fakultas, dikenal unggul dalam akademik, penelitian, dan pengabdian masyarakat. - Universitas Terbuka (UT) Purwokerto
Menawarkan sistem pembelajaran jarak jauh yang fleksibel, cocok bagi mahasiswa yang ingin kuliah sambil bekerja. - Bina Sarana Informatika (BSI) Purwokerto
Fokus pada bidang teknologi informasi, bisnis digital, dan komunikasi dengan pendekatan praktis. - Akademi Farmasi Husada Purwokerto
Lembaga pendidikan vokasi di bidang kefarmasian yang menyiapkan lulusan siap kerja di dunia kesehatan. - Universitas Amikom
Dikenal dengan keunggulan di bidang teknologi kreatif, multimedia, dan industri digital. - Universitas Putra Bangsa (UPB) Kebumen
Menawarkan program studi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan kewirausahaan. - Universitas Harapan Bangsa
Perguruan tinggi yang fokus pada pengembangan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing. - Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (UNUGHA) Cilacap
Mengedepankan nilai keislaman, kebangsaan, dan keilmuan dalam setiap program studinya. - LPK Juara Bangsa
Lembaga pelatihan kerja yang membekali peserta dengan keterampilan siap kerja. - LPK Ishizuka
LPK yang berfokus pada pelatihan kerja dan penyaluran tenaga kerja ke luar negeri. - LPK Boseyo
Menyediakan pelatihan keterampilan praktis sesuai kebutuhan industri.
Satu LPK lainnya berhalangan hadir, namun tidak mengurangi semarak dan manfaat kegiatan.

Antusiasme dan Kesan Peserta Didik
Antusiasme siswa terlihat dari keaktifan mereka mengunjungi stan, bertanya, serta berdiskusi langsung dengan perwakilan perguruan tinggi dan LPK.

Zelia, siswa kelas XII-4, menyampaikan kesannya bahwa SMANRA Campus Fair 2025 merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat dan menarik. Kehadiran berbagai universitas ternama serta LPK memberikan wawasan luas mengenai pilihan pendidikan dan karier. Informasi yang disampaikan jelas, interaktif, dan membantu siswa memahami jurusan, jalur masuk perguruan tinggi, hingga peluang kerja. Suasana kegiatan yang tertata rapi dan penuh antusias turut memotivasi siswa merencanakan masa depan.
Pesan dari Zelia, kegiatan ini diharapkan dapat terus dilaksanakan setiap tahun, bahkan ditambah sesi motivasi atau sharing dari alumni agar siswa semakin yakin dalam menentukan pilihan.
Sementara itu, siswa kelas XI juga menyampaikan kesan positif. Mereka menilai para kakak mahasiswa ramah dan penjelasannya detail sehingga mudah dipahami. Pesannya, kegiatan ini sudah sangat baik dan diharapkan dapat terus ditingkatkan ke depannya.

Penutup
Melalui SMANRA Campus Fair ke-6 Tahun 2025, SMA Negeri 1 Rawalo kembali menegaskan perannya sebagai sekolah yang peduli dan visioner dalam menyiapkan masa depan peserta didik. Kegiatan ini menjadi sarana strategis untuk berinvestasi dalam pengetahuan, membuka wawasan, serta menyalakan semangat siswa dalam meraih masa depan yang lebih baik.
Dengan tema “Investing in Knowledge, Powering the Future”, SMANRA Campus Fair tidak hanya menjadi ajang pameran pendidikan, tetapi juga langkah nyata membangun generasi yang siap melangkah dan berdaya saing. Top of Form

SMA Negeri 1 Rawalo kembali menggelar kegiatan In House Training (IHT) sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi guru. Pada Jumat, 12 Desember 2025, Aula Srikandi menjadi tempat berlangsungnya IHT dengan tema “Sekolah Ramah Anak”, menghadirkan narasumber Josse Nur Madjid, S.Psi., seorang psikolog sekaligus pegiat pendidikan anak dan remaja.
Kegiatan diawali dengan sambutan oleh Kepala SMA Negeri 1 Rawalo, Bapak Bambang Yuniarto, S.Pd., M.M. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan terima kasih kepada narasumber yang telah hadir serta apresiasi kepada para guru yang tetap menyempatkan waktu untuk mengembangkan diri di tengah kesibukan.

Beliau menegaskan bahwa konsep sekolah ramah anak merupakan bagian dari komitmen SMA Negeri 1 Rawalo dalam memberikan pelayanan pendidikan terbaik. Sekolah terus berupaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, bersih, sehat, serta bebas dari kekerasan. Berbagai metode pembelajaran yang bervariasi pun terus dikembangkan agar peserta didik lebih tertarik dan termotivasi dalam belajar.
Dengan mengucap “Bismillahirrahmanirrahim…”, Kepala Sekolah secara resmi membuka kegiatan IHT “Sekolah Ramah Anak”.
Pada sesi inti, Josse Nur Madjid, S.Psi. menyampaikan beberapa poin penting terkait perkembangan anak, dinamika generasi, dan penerapan konsep sekolah ramah anak dalam praktik sehari-hari di sekolah.
1. “Di Mana Sekolahnya Orang Tua?”
Narasumber membuka materi dengan pertanyaan reflektif:
“Di mana sekolahnya orang tua?”
Pertanyaan ini mengajak peserta merenungkan bahwa anak tidak hanya belajar di sekolah, melainkan juga di rumah dan lingkungan sosial. Karena itu, pendidikan karakter harus menjadi sinergi antara guru dan orang tua. Ketika komunikasi dan dukungan keluarga berjalan baik, perkembangan anak pun menjadi lebih optimal.
2. Mengenal Gen-Z
Guru perlu memahami karakteristik Generasi Z, yaitu generasi yang tumbuh di era digital, serba cepat, dan penuh keterbukaan informasi. Gen-Z dikenal:
Berpikir kritis dan logis
Memiliki rasa ingin tahu tinggi
Lebih nyaman dengan visual dan teknologi
Membutuhkan ruang untuk berekspresi
Senang diberi kesempatan berpartisipasi
Pemahaman terhadap karakter generasi ini penting agar guru dapat memilih metode pembelajaran yang tepat, komunikatif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik saat ini.
3. Bagaimana Kepribadian Anak Terbentuk
Menurut narasumber, kepribadian anak dibentuk oleh kombinasi faktor genetis, lingkungan rumah, pola pengasuhan, sekolah, dan pergaulan. Guru memiliki peran besar karena sekolah menjadi tempat anak mengembangkan diri, belajar nilai, serta membentuk identitas sosial.
4. Pola Asuh Orang Tua
Narasumber memaparkan tiga pola asuh yang sering ditemukan dalam keluarga:
Otoriter
Orang tua menuntut anak patuh tanpa banyak dialog.
Anak sering tumbuh dengan rasa takut dan kurang percaya diri.
Permisif
Orang tua sangat longgar dan cenderung membiarkan anak mengambil keputusan sendiri.
Anak berpotensi sulit mengontrol diri dan kurang disiplin.
Demokratis
Orang tua memberikan kebebasan namun tetap disertai aturan dan komunikasi yang hangat.
Anak biasanya tumbuh mandiri, percaya diri, dan mampu mengatur emosinya.
Guru perlu memahami pola-pola ini karena sering kali perilaku siswa di sekolah merupakan cerminan dari pola pengasuhan di rumah.
5. Keterkaitan IQ, EQ, dan SQ pada Anak
Narasumber juga menjelaskan bahwa perkembangan anak tidak hanya ditentukan oleh IQ (Intellectual Quotient) saja, tetapi juga oleh EQ (Emotional Quotient) dan SQ (Sosial Quotient):
IQ berperan dalam kemampuan berpikir, memecahkan masalah, dan prestasi akademik.
EQ menentukan kemampuan mengelola emosi, berempati, dan bersosialisasi.
SQ membantu anak memiliki nilai, makna hidup, serta kesadaran moral.
Ketiga aspek ini harus dikembangkan secara seimbang agar anak tumbuh sebagai pribadi yang cerdas, berkarakter, dan berempati.
Melalui kegiatan IHT ini, para guru SMA Negeri 1 Rawalo mendapatkan wawasan baru tentang bagaimana mewujudkan sekolah ramah anak yang benar-benar berpihak pada perkembangan peserta didik. Sinergi antara sekolah, guru, dan orang tua menjadi kunci utama dalam membentuk lingkungan yang aman, nyaman, sekaligus mendorong tumbuh kembang anak secara optimal.
IHT ini sekaligus memperkuat komitmen SMA Negeri 1 Rawalo untuk terus menghadirkan pendidikan yang humanis, inklusif, dan mendidik dengan hati.

Rawalo, Kamis 11 Desember 2025 SMA Negeri 1 Rawalo tepatnya di Aula Srikandi kembali menyelenggarakan In House Training (IHT) dengan tema “Peningkatan Integritas Pegawai”, menghadirkan narasumber Drs. H. Joko Wiyono MR, M.Si., Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas.
Kegiatan diawali dengan sambutan oleh Kasubag TU, Bapak Dwi Hantoro, S.Pt., yang mewakili Kepala SMA Negeri 1 Rawalo.
Dalam sambutannya beliau menyampaikan:
- permohonan maaf karena Kepala Sekolah tidak dapat hadir secara langsung;
- ucapan terima kasih kepada narasumber yang telah berkenan hadir;
- apresiasi terhadap Bapak Joko sebagai figur yang berintegritas tinggi dan disiplin.
Pada kesempatan tersebut, Bapak Dwi Hantoro juga memperkenalkan akronim “JUMAT BERSEPEDA” sebagai pengingat penting bagi seluruh pegawai dalam menumbuhkan karakter positif. Akronim tersebut mencakup nilai-nilai:
Jujur, Mandiri, Tanggung jawab, Berani, Sederhana, Peduli, Adil, dan Kerja keras.
Pemahaman Integritas

Dalam sesi inti, Bapak Joko menegaskan bahwa integritas adalah keselarasan antara pikiran, perkataan, dan perbuatan, yang berlandaskan:
- kejujuran
- konsistensi
- nilai moral
Sehingga membentuk kepercayaan dan kewibawaan.
Beliau juga menyebut enam ciri integritas:
- Tanggung jawab
- Jujur
- Adil
- Berkomitmen
- Disiplin
- Menjadi teladan

Bapak Joko memberikan pesan yang sangat menginspirasi:
“Jika ada anak-anak yang masih ada kekurangan, terus dimotivasi dan dibimbing. Beri penguatan. Kamu pasti bisa!”
Tiga Bekal Guru Masa Kini
Menurut beliau, guru masa kini harus memiliki 3 komponen penting:
- Afektif Plus: karakter positif dan kepekaan sosial
- Penguatan Referensi: literasi, rujukan, dan data yang memadai
- Connecting: kemampuan komunikasi dan kolaborasi
Kegiatan IHT berjalan lancar dan mendapatkan respons positif dari peserta. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pegawai SMA Negeri 1 Rawalo semakin mampu memperkuat integritas dalam tugas dan kehidupan sehari-hari.

Rawalo, 15 Agustus 2025 SMA N 1 Rawalo menggelar kegiatan Komunitas Belajar (KOMBEL) dengan tujuan meningkatkan kompetensi guru dan karyawan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dan karyawan SMA N 1 Rawalo.
Kepala SMA N 1 Rawalo, Ibu Nurul Hidayah, S.Si., M.Pd, menekankan pentingnya kegiatan KOMBEL bagi guru dan karyawan. “Guru sebagai tulang punggung kemajuan pendidikan perlu terus meningkatkan kompetensinya melalui kegiatan KOMBEL,” ujarnya.

Kegiatan KOMBEL ini diisi dengan berbagai materi, salah satunya adalah sosialisasi logo baru KOMBEL dan maknanya. Ketua KOMBEL Sinar SMANRA, Ibu Noer Aini, S.Pd, menjelaskan makna logo baru KOMBEL dan bagaimana logo tersebut dapat meningkatkan semangat belajar guru dan karyawan.
Selain sosialisasi logo, kegiatan KOMBEL juga diisi dengan materi Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) yang disampaikan oleh Ibu Wasi Aqnaasari, S.Pd. Materi ini sangat penting bagi guru dan karyawan untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam menggunakan teknologi.

Bapak Wahyu Yuliawan, S.Pd, selaku perwakilan ketua PGRI kecamatan Rawalo, juga menyampaikan kebijakan PGRI kecamatan Rawalo dan materi personal branding. “PGRI kecamatan Rawalo berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di kecamatan Rawalo melalui berbagai kegiatan, termasuk KOMBEL,” ujarnya.
Kegiatan KOMBEL ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi guru dan karyawan SMA N 1 Rawalo, sehingga dapat memberikan pendidikan yang berkualitas bagi siswa.
Dengan kegiatan KOMBEL, SMA N 1 Rawalo menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Guru dan karyawan SMA N 1 Rawalo diharapkan dapat terus meningkatkan kompetensinya melalui kegiatan KOMBEL.

Kegiatan KOMBEL ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah lain di kecamatan Rawalo untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Dengan demikian, kegiatan KOMBEL di SMA N 1 Rawalo dapat meningkatkan kualitas pendidikan di kecamatan Rawalo dan memberikan manfaat bagi siswa dan masyarakat.






