MAKNA SUMPAH PEMUDA

Dokumentasi Pelantikan Pengurus OSIS SMA Negeri 1 Rawalo Tahun 2019 sebelum Pandemi Covid-19

Hari sumpah pemuda diperingati setiap tanggal 28 Oktober. Namun, tidak semua pemuda baik milenial ataupun tidak, dapat memaknai hari sumpah pemuda ini. Berikut akan kami jelaskan makna sumpah pemuda bagi Bangsa Indonesia.

1. Isi Sumpah Pemuda

Peristiwa Sumpah Pemuda berlangsung pada 27 hingga 28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta). Berikut isi dari Sumpah Pemuda :

– Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu,          tanah Indonesia.

– Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa        Indonesia.

– Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa        Indonesia.

2. Makna Sumpah Pemuda Dalam

Menyatukan Perjuangan Bangsa Indonesia Makna Sumpah Pemuda bagi bangsa Indonesia yang pertama yaitu menyatukan perjuangan bangsa Indonesia. Perjuangan para pemuda dalam mendapat kemerdekaan sangat besar. Kala itu, pemuda dan pemudi tokoh Sumpah Pemuda telah mengorbankan waktu, tenaga, pikiran moral bahkan harta benda demi menyatukan bangsa Indonesia.  Tanpa makna Sumpah Pemuda serta perjuangan pemuda dan pemudi kala itu, mungkin saja Indonesia tak mencapai kesatuan untuk melawan penjajah negeri. Para pemuda pemudi terbukti berhasil menyatukan keutuhan Indonesia.

3. Memaknai Rasa Cinta Kepada Tanah Air

Kemerdekaan Indonesia didapatkan dari perjuangan ratusan tahun yang melibatkan pengorbanan nyawa dan harta benda rakyat. Begitu pun dengan makna Sumpah Pemuda. Sumpah Pemuda pun menyumbang pada gerakan kemerdekaan sebagai cerminan rasa cinta pemuda pemudi pada bangsa Indonesia. Tindakan yang nyata dan tulus merupakan wujud dari rasa cinta kepada tanah air. Termasuk pula mencintai keragaman budaya, agama dan masyarakat.

4. Mendorong Semangat Juang Generasi Muda

Ketika membaca isi Sumpah Pemuda, Anda akan merasakan semangat pemuda pemudi pencetus Sumpah Pemuda. Semangat dalam isi Sumpah Pemuda dapat menjadi contoh bagi generasi muda masa kini untuk mengambil langkah dan melakukan sesuatu bagi bangsa Indonesia. Memaknai Sumpah Pemuda dengan mendalam dapat menumbuhkan semangat juang mendapatkan suatu tujuan. Semangat terus berkobar sekalipun banyak rintangan seperti yang dilakukan generasi terdahulu.

5. Menekankan Rasa Bangga akan Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia merupakan bahasa pemersatu bangsa. Masyarakat Indonesia menggunakan bahasa Indonesia untuk berkomunikasi. Bahasa Indonesia merupakan bahasa resmi yang telah tercantum dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 pasal 36. Kebanggaan akan bahasa Indonesia perlu ditekankan. Terlebih saat ini bahasa Indonesia mulai tergeser karena modifikasi bahasa. Padahal, tanpa pemahaman berbahasa yang baik, mengungkapkan isi dan ide akan sulit. Hal ini juga berpengaruh pada inteligensi dan rasa nasionalisme. 

6. Menumbuhkan Kebanggaan Sebagai Bangsa Indonesia

Ketika Sumpah Pemuda diikrarkan, kebanggaan terlihat jelas dari para pemuda pemudi dalam setiap kalimat isi Sumpah Pemuda. Generasi muda seharusnya juga bangga akan tanah air. Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya dan memiliki beragam budaya. Kekayaan dan keberagaman tersebut tentu harus dilestarikan oleh para generasi muda.

7. Sebagai Ajakan untuk Menjaga Keutuhan Bangsa Indonesia

Menjaga keutuhan bangsa merupakan hal yang harus dilakukan oleh masyarakat. Di era sekarang, makna Sumpah Pemuda harus ditanamkan melalui pelajaran Sejarah di sekolah. Hal ini untuk menumbuhkan rasa nasionalisme para generasi muda.

Semangat Pahlawan di Dadaku

Hari Pahlawan ke-73 tahun 2018 diperingati di SMA Negeri 1 Rawalo dengan melaksanakan Upacara Pengibaran Bendera. Upacara dimulai pukul 07.15 diikuti seluruh guru, karyawan, dan para peserta didik. Pengurus OSIS berbagi peran menjadi petugas upacara, mulai pengatur, pemimpin peleton, pembawa acara, pemimpin upacara, pembawa teks pancasila, pembaca teks pembukaan UUD 1945, pembaca pesan pahlawan, tim paduan suara dan dirigen, serta pembaca doa.

Bertindak sebagai Pembina upacara yaitu Bpk. Agus Sulistiyono, S.Pd., staf kesiswaan. Dalam amanatnya, beliau mengajak kepada seluruh peserta khususnya peserta didik untuk bersyukur. “Kita tidak perlu susah payah mengangkat senjata, kita tidak dihantui rasa takut lagi akan serangan penjajah. Hari ini kita bisa leluasa melakukan aktivitas, kita bisa merasakan kenyamanan dalam belajar, semua atas perjuangan para pendahulu yang rela berkorban disertai doa tiada henti. Pejuang kita meyakini bahwa Alloh akan mengubah nasib suatu kaum jika kaum itu mau terus berusaha mengubah nasibnya sendiri.”

Selain itu, beliau juga menyampaikan sejarah perjuangan bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaan. Bahwa kemerdekaan bangsa kita merupakan buah perjuangan para pendahulu kita. Meski Indonesia sudah merdeka ternyata bangsa lain masih ingin menguasai Indonesia. Maka terjadilah pertempuran di beberapa wilayah sebagai upaya mempertahankan. Antara lain Bandung Lautan Api, Pertempuran 5 hari di Semarang, dan yang paling besar adalah Perjuangan Arek-Arek Surabaya.

Beliau pun menegaskan bahwa perjuangan tak kenal lelah, pantang menyerah, tanpa pamrih, rela berkorban harta benda jiwa raga, disertai kekuatan doa untuk satu Indonesia tetap merdeka, terbebas dari cengkeraman penjajah.  Cita-cita menuju keadilan sosial, kemakmuran yang dibalut dengan selalu mendekatkan diri kepada Tuhan yang Maha Esa.

Di sela-sela menyampaikan amanat, pak Agus menegur salah satu peserta yang terlihat kurang tertib. Itu dilakukan sebagai upaya mengingatkan terkait menanamkan karakter disiplin dan menghargai orang lain. Bahwa upacara juga merupakan pembelajaran menumbuhkan rasa cinta tanah air, tanggung jawab, dan karakter positif lainnya.

Sebelumnya juga dibacakan pesan-pesan pahlawan oleh petugas. Antara lain pesan dari pahlawan nasional Nyi Ageng Serang, panglima Besar Jenderal Soedirman, Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, Pattimura, Bung Tomo, dan Ki Hajar Dewantara. Pesan-pesan tersebut hendaknya menjadi motivasi dan dapat dilaksanakan oleh seluruh peserta, khususnya generasi muda. Mengingat generasi muda sekaranglah yang akan menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia kelak. Apalagi memasuki usia 100 tahun kemerdekaan Indonesia pada 2045.

Upacara Pengibaran Bendera yang digelar di lapangan utama tersebut berlangsung lancar  dalam suasana pagi yang cerah menyejukkan. Upacara diakhiri dengan pembacaan doa. Dilanjutkan dengan presensi kehadiran peserta. Dengan pelaksanaan upacara memperingati hari Pahlawan, kita tanamkan nilai-nilai kepahlawanan dalam diri. Nyalakan terus semangat Pahlawan di dada kita. (10/11/18/ER)

MinRa