PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA TARTIL  BAGI PESERTA DIDIK SESUAI KAIDAH TAJWID DI SEKOLAH MENENGAH ATAS PADA MATA PELAJARAN PAI

Destiana Fajriatun, S.Pd.I

SMA Negeri 1 Rawalo

Email : anailaika.df@gmail.com

ABSTRAKSI

      Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam pada muatan Al-Qur’an Hadits dipelari dengan tujuan untuk menumbuhkan dan meningkatkan pengetahuan siswa dalam bidang Al-Qur’an Hadits.  Peningkatan tersebut dapat melalui pemberian dan pemupukan pengetahuan, penghayatan, pengalaman serta pengamalan siswa dalam membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid, sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang dan meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an yang merupakan kalam Allah swt. serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sebagai bentuk implementasi dari ayat Al- Qur’an maupun hadits yang dipelajari dalam materi tertentu.

      Dalam hal ini, kata tartil disusun dari kata Ratala yang berarti serasi dan indah ucapan atau kalimat yang disusun secara rapi dan diucapkan dengan baik dan benar. Membacanya secara perlahan sambil memperjelas huruf-huruf berhenti dan memulai, sehingga pembaca dan pendengarnya dapat memahami dan menghayati kandungan pesannya. (Sumardi, Tadarus Al-Qur’an, 2009: 9 ). Penulis seringkali mendapati peserta didik saat mempelajari materi PAI yang bermuatan Al-Qur’an Hadits terkait dengan penilaian keterampilan melalui membaca atau menghafal ayat dari surat tertentu pada materi di dalamnya masih belum baik dan benar sesuai tajwid. Maka penulis mengatasi hal tersebut dengan memberikan media pembelajaran berupa media cetak kartu tajwid dan media audio visual terkait contoh bacaan tartil yang baik dan benar.

I.  PENDAHULUAN

     Bagi guru yang mengajar peserta didik di kelas X dan XI IPS pada mata pelajaran umum yaitu PAI sering menjumpai beberapa peserta didik yang belum dapat membaca Al-Qur’an dengan tartil sesuai tajwid dengan baik dan benar. Guru tersebut perlu membutuhkan kesabaran, ketekunan dan kreativitas. Apalagi SMA Negeri tersebut adalah sekolah umum bukan sekolah berbasis agama sebagaimana tempat penulis mengajar, tentu menjadi tantangan tersendiri. Sebab pada peserta didik yang belum dapat membaca tartil biasanya mereka akan menganggap mata pelajaran PAI ada materi yang memberatkan yaitu pada praktek keterampilan membaca ataupun menghafal ayat tertentu dari salah satu surat di Al-Qur’an yang sesuai dengan materi yang diajarkan. Hal ini dialami penulis kurang lebih selama 7 tahun mengajar di kelas X dan XI.

     Penulis mendapati beberapa peserta didik masih mengalami kesulitan dalam membaca tartil. Peserta didik ini ada yang sama sekali belum dapat membaca tartil karena belum begitu memahami hukum bacaan. Bahkan beberapa peserta didik masih merasa tidak percaya diri meskipun sudah dapat membaca, dan sebagian yang lain menganggap bahwa untuk membaca atau menghafal ayat tertentu merupakan hal yang sangat memberatkan. Maka tidak salah apabila kesulitan membaca tartil karena belum dapat memahami tajwid dengan baik dan benar berakibat menghambat peserta didik dalam mempraktekkan bacaan tartil pada materi PAI muatan Al-Qur’an Hadits.

     Pengalaman dalam proses pembelajaran di kelas X dan XI penulis menjumpai kurang lebih 10 peserta didik di setiap kelas yang belum memahami hukum bacaan atau tajwid pada bidang studi yang penulis ampu, sehingga mereka masih belum mampu membaca ayat Al-Qur’an dengan baik dan benar. Dalam setiap kegiatan tanya jawab untuk memeriksa pemahaman peserta didik tentang hukum bacaan, beberapa anak tersebut pasif.  Ketika proses pembelajaran berlangsung peserta didik ini perlu penjelasan yang memudahkan mereka memahami hukum bacaan.

     Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penulis melakukan kegiatan pendalaman materi setiap KBM berlangsung pada bagian materi Al-Qur’an Hadits  tentang hukum bacaan tajwid dan beberapa menit sebelum KBM berlangsung peserta didik bersama untuk literasi dengan cara membaca suratan pendek bersama beberapa surat lalu membaca satu per satu sesuai urutan tempat duduk dengan cara satu anak membacakan satu ayat dan seterusnya. Hal itu dilakukan oleh penulis karena membaca Al-Qur’an menjadi sempurna bila disertai pemahaman dan pengamalan ilmu tajwid. Pengertian hukum tajwid jika dikaji dari asal-usul katanya berasal dari bahasa Arab, yakni dari kata dan bentuk masdar (jawwada- yujawwidu- tajwid). Adapun makna dari kata tersebut adalah memperbaiki, memperindah, dan memperbagus. Dalam ilmu terminologi, kata tajwid memiliki pengertian sebagai berikut : “Mengeluarkan setiap huruf dari makhrajnya (tempat keluarnya) dengan memberikan hak-hak dan mustahaq dari sifat yang dimilikinya”. Dengan demikian, tajwid merupakan ilmu yang membahas ilmu yang mempelajari tentang tata cara kaidah dalam membaca Al-Qur’an. (https://kumparan.com/kabar-harian/hukum-tajwid-pengertian-jenis-dan-contohnya-1xcLJ8f61R5/1 )

     Berdasarkan pengalaman pembelajaran tersebut, penulis berusaha mencari pemecahan masalah pada tahun berikutnya, karena salama mengajar penulis masih mendapati peserta didik yang belum mampu membaca Al-Qur’an secara tartil yang sesuai dengan kaidah tajwid. Selain melalui pendalaman materi, penulis menggunakan media cetak berupa kartu pelangi tajwid untuk mempermudah peserta didik menentukan hukum bacaan yang sesuai, yang dilakukan dengan strategi yang tepat dan kreatif dan juga menggunakan media audio visual dengan menampilkan contoh bacaan tartil yang baik dan benar. Penulis juga membiasakan kembali tadarus suratan pendek beberapa menit sebelum memulai pembelajaran PAI di kelas.  

II.  PERMASALAHAN

 Berdasarkan uraian dan gambaran sebagaimana tertuang pada pendahuluan di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :

  1. Apa yang menjadi penyebab peserta didik belum mampu membaca Al-Qur’an dengan tartil?
  2. Bagaimana upaya meningkatkan kemampuan membaca tartil pada peserta didik yang sesuai dengan kaidah tajwid?

III.  PEMBAHASAN

      A. Penyebab Peserta Didik belum mampu membaca Al-Qur’an dengan tartil

      Penyebab peserta didik belum mampu membaca Al-Qur’an dengan tartil dapat disebabkan karena adanya faktor            internal dan eskternal.

  1. Faktor Internal

     Faktor Internal  merupakan faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar. Faktor internal biasanya                   meliputi: faktor jasmaniah dan faktor psikologis. (https://brainly.co.id/tugas/2520902 ). Berikut faktor internal yang           penulis temui pada peserta didik di SMAN tempat penulis mengajar :

  • Adanya peserta didik yang belum mengenal ilmu tajwid. Karena banyak di antara peserta didik kelas X dan XI kurang memperhatikan pelajaran yang disampaikan oleh guru saat menjelaskan materi PAI muatan Al-Qur’an Hadits saat pembelajaran berlangsung.
  • Rerata berasal dari lulusan sekolah dasar yang tidak berbasis agama.
  • Masih banyak peserta didik yang tidak mengaji.
  • Minimnya rasa semangat untuk mempelajari ilmu pengetahuan agama.
  • Masih ada peserta didik yang menganggap tulisan arab itu sulit.

      2. Faktor Eksternal

Menurut pendapat Rooijakkers (2000), Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar si pelajar. Hal ini dapat berupa sarana prasarana, situasi lingkungan baik itu lingkungan keluarga, sekolah maupun lingkungan masyarakat. Penulis mengamati beberapa faktor eksternal yang ada dan dialami oleh peserta didik di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) :

  1. Sarana dan prasarana yang belum memadai
  2. Lingkungan sekitar rumah
  3. Orangtua dan teman sebaya
  4. Minimnya pembelajaran PAI di SMAN pada tiap minggunya
  5. Kurangnya buku atau media penunjang materi PAI pada muatan Al-Qur’an Hadits

B. Upaya meningkatkan kemampuan membaca tartil pada peserta didik yang sesuai dengan kaidah tajwid (Gusman, al-Bahtsu: Vol. 2, No. 2, Desember 2017 )

Dengan adanya permasalahan pada kemampuan membaca Al-Qur’an secara tartil pada peserta didik di Sekolah Menengah Atas Negeri, maka penulis mengemukakan beberapa upaya dalam rangka meningkatkan kemampuan membaca tartil pada peserta didik di sekolah menengah atas ( SMAN ), sebagai berikut :

  1. Bekerja sama dengan pihak sekolah untuk mengadakan jam tambahan atau ekstrakurikuler baca tulis Al-Qur’an setelah KBM.
  2. Meningkatkan kompetensi guru yang berkaitan dengan baca tulis Al-Qur’an dengan pelatihan, diklat dan pembinaan.
  3. Menggunakan media pembelajaran yang mendukung misalnya media cetak berupa kartu tajwid dan media audio visual untuk menampilkan contoh bacaan tartil.
  4. Mengadakan kerjasama dengan TPA di daerah asal peserta didik masing-masing.
  5. Menciptakan kondisi yang baik pada waktu proses belajar mengajar dengan cara menampilkan media pembelajaran yang menarik dan kreatif.
  6. Melengkapi sarana dan prasarana pembelajaran Al-Qur’an di SMAN
  7. Mengadakan kerjasama dengan orang tua peserta didik dalam memantau perkembangan kemampuan anak di rumah.

Selain dari beberapa upaya di atas, sebagai seorang guru hendaknya juga tidak boleh berhenti untuk memberikan motivasi dan arahan kepada peserta didik yang belum mampu membaca Al-Qur’an dengan tartil yang sesuai kaidah tajwid. Ketika guru hendak melaksanakan penilaian pada aspek keterampilan terkait dengan mempraktekkan membaca tartil maupun hafalan, maka terlebih dulu guru harus memberikan teori tentang hukum bacaan dan menampilkan melalui media audio visual contoh membaca tartil yang baik dan benar.  Selain itu, guru memberikan keleluasaan bagi peserta didik untuk menampilkan bacaan tartil sesuai dengan versi mereka masing-masing dengan demikian peserta didik tidak merasa terbebani. Guru juga menyediakan waktu untuk refleksi dan koreksi tentang membaca tartil yang sesuai kaidah tajwid dan memberikan kesempatan perbaikan penilaian keterampilan praktek membaca tartil jika peserta didik bersedia.

VI.  PENUTUP

Berdasarkan dari uraian di atas penulis dapat menyimpulkan karya ilmiah ini sebagai berikut :

     A.  Kesimpulan

  1. Dalam pembelajaran PAI pada muatan materi Al-Qur’an Hadits terdapat tujuan pembelajaran berupa menampilkan bacaan Al-Qur’an dengan tartil sesuai kaidah tajwid.
  2. Beberapa peserta didik pada tiap kelas yang diampu belum memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan tartil sesuai kaidah tajwid.
  3. Peserta didik yang belum mampu membaca Al-Qur’an dengan tartil disebabkan faktor internal dan eksternal.
  4. Harus ada upaya dari guru agar peserta didik termotivasi dalam membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.
  5. Guru harus mampu menjadi pendamping dan memfasilitasi peserta didik terkait dengan kebutuhannya dalam melaksanakan penilaian keterampilan praktek membaca Al-Qur’an dengan tartil yang sesuai kaidah tajwid.

     B. Saran

  1. Guru dan orang tua hendaknya bekerja sama dalam hal belajar dan mengaji peserta didik.
  2. Orang tua diharapkan memperhatikan pentingnya ilmu pengetahuan agama Islam
  3. Sekolah, orang tua murid dan guru mata pelajaran hendaknya selalu menjalin kerja sama untuk menyikapi peserta didik yang belum mampu membaca Al-Qur’an dengan tartil yang sesuai kaidah tajwid.
  4. Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri sekalipun merupakan sekolah umum diharapkan dapat terus melaksanakan fungsi mendidik berbasis agama Islam, sehingga peserta didik tidak menganggap mata pelajaran PAI muatan Al-Qur’an sebagai mata pelajaran yang tidak diperhatikan dengan baik.
  5. Menyediakan sarana peningkatan kualitas profesi guru, agar terus ditingkatkan sehingga dapat mengimplementasikan metode pembelajaran yang baik, kreatif dengan media yang menyenangkan, sehingga akan meningkatkan mutu pendidikan

DAFTAR PUSTAKA

Sumardi, Tadarus Al-Qur’an (The Hope The Fear), (Pesantren Ulumul Qur‟an, 2009), hlm. 9

https://kumparan.com/kabar-harian/hukum-tajwid-pengertian-jenis-dan-contohnya-1xcLJ8f61R5/1

https://brainly.co.id/tugas/2520902

Rooijakkers (2000), dalam pencarian internet “ faktor eksternal”

Jurnal oleh Gusman, al-Bahtsu: Vol. 2, No. 2, Desember 2017

 

IMPLEMENTASI PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA MELALUI PEMBIASAAN SHALAT DHUHA, DZIKIR DAN DOA.

Profil pelajara Pancasila ada 6 : pertama beriman bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia, kedua berkebhinekaan global, ketiga bergotong royong, keempat mandiri, kelima bernalar kritis keenam kreatif. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwasanya saat ini negara melalui pemangku kebijakan di bidang pendidikan sedang menggalakkan penguatan profil pelajar Pancasila sebagaimana yang terdapat dalam enam butir profil tersebut.

Semua pendidik di lingkungan sekolah di harapkan untuk dapat memberikan penguatan terhadap enam point profil Pancasila tersebut. Guru agama sebagai salah satu bagian darivpendidik juga ikut terlibat berpartisipasi dalam meningkatkan penguatan profil Pancasila terutama poin pertama yaitu beriman bertaqwa kepada Tuhan YME dan berakhlakul karimah, salah satu caranya adalah mengimplementasikan penguatan profil pelajar pancasila melalui pembiasaan shalat dhuha, dzikir dan doa di sekolah.

Proses pembelajaran mata pelajaran agama di SMA Negeri 1 Rawalo adalah selama 3 jam pelajaran setiap pekannya. Sebelum memulai proses pembelajaran di dalam kelas. Anak-anak terlebih dahulu melaksanakan proses pembelajaran di dalam laboratorium agama Islam yaitu masjid Hidayatus Shibyan SMA Negeri 1 Rawalo untuk melaksanakan praktek amaliyah shalat duha, shalat hajat, dzikir dan doa. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pengalaman belajar yang sangat berkesan bagi para siswa yang selanjutkan akan diamalkan terus menerus secara istiqomah dalam kehidupan sehari-hari, selain itu juga dengan istiqomah melaksanakan amaliyah ini semoga para siswa di beri keberkahan kemudahan oleh Tuhan dalam urusan rizki dan cita cita mereka dapat tercapai sehingga menjadi generasi solih solihah yang sukses fi umurid diini wad dunya wal akhiroh amin ya rabbal alamiin. Para siswa sangat antusias dalam mengikuti proses pembelajaran tersebut.

UPACARA HARI SUMPAH PEMUDA

Jum’at 28 Oktober 2022. Bertepatan dengan hari sumpah pemuda di sekolah dilaksanakan upacara hari sumpah pemuda, sebagai pemimpin upacara adalah mas Angga Prakoso siswa kelas 11-MIPA-2. Seluruh peserta upacara melaksanakan upacara dengan penuh khidmad. Sebagai pembina upacara adalah ibu kepala sekolah ibu Nurul Hidayah, S.Si, M.Pd, di dalam amanat upacaranya beliau menguraikan tentang sejarah dan makna pentingnya sumpah pemuda 28 Oktober 1928.

Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sumpah Pemuda adalah keputusan Kongres Pemuda Kedua yang diselenggarakan dua hari, 27—28 Oktober 1928 di Batavia (kini bernama Jakarta). Keputusan ini menegaskan cita-cita akan “tanah air Indonesia”, “bangsa Indonesia”, dan “bahasa Indonesia“. Keputusan ini diharapkan menjadi asas bagi setiap perkumpulan kebangsaan Indonesia dan agar disiarkan dalam berbagai surat kabar dan dibacakan di muka rapat perkumpulan-perkumpulan. Hal ini sudah selayaknya generasi muda saat ini untuk melalu mengambil hikmah dari peritiwa besar sumpah pemuda ini. Salah satunya adalah dengan senantiasa menjaga kesehatan kewarasan, selalu berusaha mengukir sejarah dengan terus berprestasi.

PERESMIAN PERPUSTAKAAN “GRAHA LANTIP”

Jum’at 28 Oktober 2022. Perpustakaan berkaitan erat dengan kegiatan membaca buku, budaya membaca maupun minat baca warga sekolah. Berbagai upaya dilakukan oleh berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta untuk terus mendorong, mengembangkan dan meningkatkan budaya dan minat membaca, mulai dari lingkup pendidikan prasekolah hingga perguruan tinggi. Berbagai upaya yang dilakukan untuk memotivasi masyarakat agar dapat menjadikan bacaan dan perpustakaan sebagai salah satu aspek penting dalam kehidupan, dan sebagai sarana belajar sepanjang hayatnya.

            Dalam rangka meningkatkan budaya literasi bagi warga sekolah khususnya para siswa perpusatakaan SMA Negeri 1 Rawalo selalu di tingkatkan, salah satunya adalah meningkatkan pelayanan dan dengan meeberi nama perpustakaan sekolah dengan nama “GRAHA LANTIP”. Graha berarti rumah, lantip bermakna pintar cerdas. Hal ini memiliki filosofi semoga para siswa menjadi siswa yang selalu disiplin meningkatkan literasi di perpus sehingga perpustakaan menjadi rumah bagi para siswa supaya menjadi pintar dan cerdas. Secara simbolis kepala sekolah ibu Nurul Hidayah, S.Si, M.Pd dan kepala perpusatakaan
“graha lantip” ibu Lutfi Nurhikmah, S.Pd meresmikan dengan menabuh gong dan melepas balon ke udara yang di saksikan oleh semua siswa, guru dan karwayan.

Setelah di laksanakannya peresmian perpusatakaan acara di lanjutkan dengan pengumuman lomba-lomba dan penampilan para juara dalam rangka memeperingati “Bulan Bahasa”. Para juara adalah sebagai berikut: lomba cipta puisi juara 1 Hana Talita kelas 10-2 dan juara 2 Karin Dia Safira kelas 12 IPS 1, lomba baca puisi juara 1 Devi Heraningsih 11 MIPA 2 dan juara ke 2 Isnaeni Sri Wilujeng 12 MIPA 4, lomba baca geguritan juara 1 Duyufur Rohman kelas 12 MIPA 2 dan juara 2 Sasta Sukma Rini kelas 10-6, lomba story telling juara 1 Qonita Salsa kelas 11 MIPA 4 dan juara 2 Zuhara Justitia kelas 10-6. Dengan diadakannya lomba tersebut diharapkan para siswa semakin memiliki prestasi di masa yang akan datang.

ISTIQOMAH MENGAWALI TUGAS DENGAN BERDOA

Jum’at 28 Oktober 2022. Setiap pagi pada pukul 06.50 sebelum para guru dan karyawan memulai aktifitas bertugas selalu dilaksanakan doa pagi. Doa pagi di pimpin oleh guru agama bapak Yulistya Gunawan. Setelah doa kemudian dilanjutkan dengan informasi tugas-tugas yang berkaitan kedinasan yang di pandu oleh ibu kepala sekolah ibu Nurul Hidayah, S.Si, M,Pd. Setelah itu ibu bapak guru masuk ke dalam kelas untuk melaksanakan proses pembelajaran dengan para siswa yang di awali dengan dzikir asma’ul husna yang di pandu oleh pengurus Rohis dari central sumber suara.

Kegiatan-kegiatan bernuansa religi yang dilaksanakan di sekolah sebagai salah satu lingkungan mendidik generasi muda secara istiqomah ini semoga akan mendatangkan keberkahan-keberkahan dari Tuhan Allah SWT bagi seluruh warga sekolah baik untuk guru, karyawan maupun para siswa semua, amiin ya rabbal alamiin.

MENGUNJUNGI SISWA SAKIT

Senin 24 Oktober 2022, salah satu siswa SMA Negeri 1 Rawalo ada yang sakit. Yaitu mas Muhammad Gunawan dari kelas 11-MIPA-2. Dalam rangka menumbuhkan akhlakul karimah rasa empati, meningkatkan rasa kepedulian sosial kemanusiaan terhadap sesama dari pihak sekolah melalui wali kelas dan teman-teman sekelas 11 MIPA 2 menjenguk ke rumahnya. Kehadiran wali kelas dan teman-teman siswa kelas 11 MIPA 2 disambut hangat oleh pihak orang tua wali murid dengan sangat ramah. Dalam kunjungan tersebut wali murid menyampaikan rasa terima kasih yang sebasar-besarnya dan memohon doa semoga anaknya bisa cepat sembuh dan bisa bersekolah lagi dengan baik.

Kemudian Bapak Yulistya Gunawan, S.Pd.I selaku wali kelas 11 MIPA 2 juga menyampaikan pesan kepada mas Muhammad Gunawan dan pihak orang tua wali keluarga supaya selalu semangat berikhtiar berusaha menjalani pengobatan dengan baik dibarengi dengan permohonan doa kepada Allah SWT dengan tulus ikhlas, selalu bersabar karena semua manusia akan di beri ujian cobaan dari Allah SWT yang semua mengandung hikmah, selalu kita pasrahkan dengan bertawakal kepada Allah SWT Tuhan semesta alam yang maha segala-galanya. Dalam kunjungan tersebut terjalin hubungan yang sangat akrab yang diakahiri doa oleh wali kelas untuk mendoakan supaya mas Muhammad Gunawan dan keluarga semoga selalu di beri kesehatan keselamatan panjang umur murah rejeki, amin ya rabbal alamiin.

UPACARA HARI SANTRI NASIONAL SMA NEGERI 1 RAWALO

Senin, 24 Oktober 2022 alhamdulillah cuaca begitu cerah, para siswa SMA Negeri 1 Rawalo datang ke sekolah  dengan hati yang gembira. Sebelum memulai proses  pembelajaran terlebih dahulu diadakan upacara hari santri nasional yang bertempat di lapangan basket sekolah. Bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Ibu Nurul Hidayah, S.Si, M.Pd., dalam amanatnya beliau menguraikan tentang sejarah hari santri nasional. Hari Santri Nasional ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015, hal tersebut berkaitan dengan perjuangan para ulama, kyai dan santri dalam mengusir penjajah melalui resolusi jihad yang di pelopori oleh Hadratusy syaikh KH. Hasyim Asy’ari. Hal ini perlu dilanjutkan oleh generasi muda dalam melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan mengisi kemerdekaan.

Selanjutnya, setelah upacara dilanjutkan dengan Tausiyah Hikmah “Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Santri Nasional” yang disampaikan oleh guru Agama Bapak Yulistya Gunawan, S.Pd.I beliau menguraikan tentang inti dari Hikmah “Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Santri Nasional” adalah Akhlak dan Jihad.

Berkaitan dengan Akhlak dan Jihad, ini harus dilanjutkan oleh generasi penerus bangsa. Akhlak adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan nilai-nilai kebaikan secara universal, adapun jihad adalah perjuangan mengisi kemerdekaan dalam memerangi kebodohan, kemiskinan dan keterbelakangan. Beliau menguraikan tentang pentingnya akhlak dan jihad sebagai 1) hamba Allah SWT yang selalu taat dalam kehidupan sehari-hari, 2) Sebagai Pelajar/siswa yang selalu giat menuntut ilmu dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, 3) Sebagai anak yang selalu taat dan patuh (birul walidain) sebagaimana sabda Rosululloh SAW “Surga dibawah telapak kaki ibu”, 4) Sebagai warga negara Republik Indonesia yang baik dengan selalu mentaati aturan hukum yang berlaku dan memiliki rasa Hubbul wathon minal iman (Cinta tanah air bagian dari iman).

LITERASI PAGI “DZIKIR ASMA’UL HUSNA DAN SHALAWAT NARIYAH”

Diawal semester genap Tahun Pelajaran 2022/2023 ini, SMA Negeri 1 Rawalo kembali melaksanakan kegiatan Program  Literasi Pagi. Program  ini sudah berjalan lama. Kegiatan program tersebut dilaksanakan setiap hari selasa, rabu, kamis dan jum’at sebelum memulai pembelajaran jam pertama. Pada hari selasa rabu kamis literasi pagi dzikir asma’ul husna “bismillahi badana”, kemudian pada hari jum’at literasi pagi dzikir shalawat nariyah atau tadarus surat pilihan surat Waqi’ah. Hal ini sangat berkaitan dengan penanaman nilai-nilai ketauhidan keimanan kepada Allah SWT tuhan semesta alam. menanamkan nilai-nilai Pancasila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam kehidupan sehari-hari, melembutkan hati dan meningkatkan akhlakul karimah. Ada beberapa hal yang melandasi dzikir dan shalawat antara lain:

  1. QS. Al-A’raf ayat 180:

وَلِلَّهِ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا

Artinya: Hanya milik Allah asma’ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma’ul husna itu.

  • QS Ar-Ra’du ayat 28:

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Artinya: (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.

  • QS. Al-Maidah ayat 35:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.

  • QS Al-Ahzab ayat 41 dan 42:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا

وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلا

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.

  • QS Al-Ahzab ayat 56:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Artinya: Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

Teknis pelaksanaan dilaksanakan dengan cara di pandu melalui mikrofon central yang ada di sumber suara oleh petugas pemandu dzikir yaitu pengurus ROHIS SMA Negeri 1 Rawalo yang telah di jadwal secara rutin, semua siswa dapat mendengarkan melaui sound yang ada di setiap kelas, kemudian semua siswa SMA Negeri 1 Rawalo  sejumlah kurang lebih 790 siswa mengikuti menirukan dengan khusyu’ di dalam kelas masing masing yang di dampingi oleh ibu dan bapak guru. Alhamdulillah siswa sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa dzikir dan shalawat banyak sekali memiliki fadilah atau keutamaan bagi yang mengamalkannya secara istiqomah. Semoga dengan keistiqomahan literasi pagi dzikir ini membawa kemanfaatan dan keberkahan untuk semua siswa dan seluruh keluarga besar SMA Negeri 1 Rawalo, amiin ya rabbal ‘alamiin.

Para siswa di kelas mengikuti kegiatan literasi pagi dzikir “asma’ul husna” dan shalawat nariyah.

.

SISWA SMANRA MENGIKUTI KSN PROVINSI MAPEL EKONOMI

Kompetisi Sains Nasional (KSN) diselanggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, dilakukan secara rutin tiap tahunnya untuk dimaksudkan untuk mendorong semangat dan daya juang peserta didik, memfasilitasi bakat dan minat untuk mencapai prestasi terbaik peserta didik di bidang sains. dan juga ditujukan untuk melakukan penjaringan dan pembinaan kepada calon peserta Kompetisi Tingkat Internasional.

KSN-P tahun 2022 mengusung dengan tema “Sains Pulihkan Negeri” , dengan mencakup bidang Matematika, Fisika, Kimia, Informatika/Komputer, Astronomi, Ekonomi, Kebumian, Geografi. SMAN 1 Rawalo pada tahun 2022 ini mengikuti KSN-P bidang ekonomi atas nama Orieza Alif Putra dan semoga pada tahun berikutnya prestasi akademik pada kompetisi bergengsi ini lebih banyak lagi

Pengumuman : Informasi Daftar Ulang

Assalamualaikum wrwb
Selamat pagi
Salam sehat sejahtera
Yth. Bapak/Ibu Calon Peserta Didik SMA Negeri 1 Rawalo

Ijin menyampaikan jam pelayanan Daftar Ulang Selasa-Kamis, 5 -7 Juli 2022
Waktu pelayanan :
08.00 – 15.00 WIB

Waktu Istirahat :
11.30 – 13.00 WIB

Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya🙏

Wassalamu’alaikum wrwb.