Hari ini, Rabu 30 Desember 2020 SMA Negeri 1 Rawalo melaksanakan PKKS Tahunan yang dimulai pukul 09.00 WIB -selesai. Menurut Kepala SMA Negeri 1 Rawalo Wasono Ardi Saputro, M.Pd, penilaian kinerja ini dilaksanakan setiap tahunnya, oleh pengawas pembina Drs. Hery Pratomo, M.Pd.
PKKS selain menilai kinerja Kepala Sekolah juga sekolah pada umumnya. Keduanya harus sinergis untuk mencapai mutu pendidikan di SMA Negeri 1 Rawalo sesuai dengan visi dan misi serta standar nasional pendidikan.
Bangsa Indonesia memperingati setiap 10 November sebagai Hari Pahlawan Nasional. Pemerintah menetapkan Hari Pahlawan Nasional sebagai hari besar yang bukan hari libur.
Presiden Soekarno menetapkan Hari Pahlawan Nasional melalui Keppres Nomor 316 Tahun 1959 pada 16 Desember 1959 lalu.
Peringatan Hari Pahlawan Nasional untuk mengenang sejarah pertempuran 10 November 1945 yang berlangsung di Surabaya, Jawa Timur.
Kala itu, para tentara dan milisi Indonesia yang pro terhadap kemerdekaan bangsa Indonesia gagah berperang melawan tentara Britania Raya dan Belanda.
Sutomo alias Bung Tomo menjadi salah satu tokoh yang berhasil membangkitkan perlawanan rakyat untuk melakukan perlawanan terhadap penjajah.
Pahlawan nasional dikenang karena seruan-seruannya di dalam siaran-siaran radionya yang penuh dengan semangat kemerdekaan.
Padahal saat itu Surabaya tengah diserang habis-habisan oleh pasukan Inggris yang mendarat untuk melucutkan senjata tentara pendudukan Jepang dan membebaskan tawanan Eropa.
Saat itu sejarah mencatatkan bahwa rakyat Surabaya berhasil memukul mundur pasukan Inggris.
Adapun tema Hari Pahlawan Tahun 2020 yakni ‘Pahlawanku Sepanjang Masa’. Tema ini diambil untuk mengenang perjuangan dan pengorbanan para pahlawan yang telah rela mempertaruhkan nyawanya demi kedaulatan NKRI.
Masyarakat diharapkan bisa memaknai Hari Pahlawan Nasional dengan terus menerapkan protokol kesehatan lantaran bangsa Indonesia masih berjuang untuk mengalahkan pandemi Covid-19.
Dokumentasi Pelantikan Pengurus OSIS SMA Negeri 1 Rawalo Tahun 2019 sebelum Pandemi Covid-19
Hari sumpah pemuda diperingati setiap tanggal 28 Oktober. Namun, tidak semua pemuda baik milenial ataupun tidak, dapat memaknai hari sumpah pemuda ini. Berikut akan kami jelaskan makna sumpah pemuda bagi Bangsa Indonesia.
1. Isi Sumpah Pemuda
Peristiwa Sumpah Pemuda berlangsung pada 27 hingga 28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta). Berikut isi dari Sumpah Pemuda :
– Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia.
– Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
– Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
2. Makna Sumpah Pemuda Dalam
Menyatukan Perjuangan Bangsa Indonesia Makna Sumpah Pemuda bagi bangsa Indonesia yang pertama yaitu menyatukan perjuangan bangsa Indonesia. Perjuangan para pemuda dalam mendapat kemerdekaan sangat besar. Kala itu, pemuda dan pemudi tokoh Sumpah Pemuda telah mengorbankan waktu, tenaga, pikiran moral bahkan harta benda demi menyatukan bangsa Indonesia. Tanpa makna Sumpah Pemuda serta perjuangan pemuda dan pemudi kala itu, mungkin saja Indonesia tak mencapai kesatuan untuk melawan penjajah negeri. Para pemuda pemudi terbukti berhasil menyatukan keutuhan Indonesia.
3. Memaknai Rasa Cinta Kepada Tanah Air
Kemerdekaan Indonesia didapatkan dari perjuangan ratusan tahun yang melibatkan pengorbanan nyawa dan harta benda rakyat. Begitu pun dengan makna Sumpah Pemuda. Sumpah Pemuda pun menyumbang pada gerakan kemerdekaan sebagai cerminan rasa cinta pemuda pemudi pada bangsa Indonesia. Tindakan yang nyata dan tulus merupakan wujud dari rasa cinta kepada tanah air. Termasuk pula mencintai keragaman budaya, agama dan masyarakat.
4. Mendorong Semangat Juang Generasi Muda
Ketika membaca isi Sumpah Pemuda, Anda akan merasakan semangat pemuda pemudi pencetus Sumpah Pemuda. Semangat dalam isi Sumpah Pemuda dapat menjadi contoh bagi generasi muda masa kini untuk mengambil langkah dan melakukan sesuatu bagi bangsa Indonesia. Memaknai Sumpah Pemuda dengan mendalam dapat menumbuhkan semangat juang mendapatkan suatu tujuan. Semangat terus berkobar sekalipun banyak rintangan seperti yang dilakukan generasi terdahulu.
5. Menekankan Rasa Bangga akan Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia merupakan bahasa pemersatu bangsa. Masyarakat Indonesia menggunakan bahasa Indonesia untuk berkomunikasi. Bahasa Indonesia merupakan bahasa resmi yang telah tercantum dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 pasal 36. Kebanggaan akan bahasa Indonesia perlu ditekankan. Terlebih saat ini bahasa Indonesia mulai tergeser karena modifikasi bahasa. Padahal, tanpa pemahaman berbahasa yang baik, mengungkapkan isi dan ide akan sulit. Hal ini juga berpengaruh pada inteligensi dan rasa nasionalisme.
6. Menumbuhkan Kebanggaan Sebagai Bangsa Indonesia
Ketika Sumpah Pemuda diikrarkan, kebanggaan terlihat jelas dari para pemuda pemudi dalam setiap kalimat isi Sumpah Pemuda. Generasi muda seharusnya juga bangga akan tanah air. Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya dan memiliki beragam budaya. Kekayaan dan keberagaman tersebut tentu harus dilestarikan oleh para generasi muda.
7. Sebagai Ajakan untuk Menjaga Keutuhan Bangsa Indonesia
Menjaga keutuhan bangsa merupakan hal yang harus dilakukan oleh masyarakat. Di era sekarang, makna Sumpah Pemuda harus ditanamkan melalui pelajaran Sejarah di sekolah. Hal ini untuk menumbuhkan rasa
nasionalisme para generasi muda.
Meningkatkan Pemahaman Kebijakan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan
Meningkatkan Pemahaman Mekanisme Tata Kelola Pembelajaran Daring
Menyamakan Persepsi Tentang Pembelajaran Daring
Meningkatkan Kemampuan Tenaga Pendidik Dalam Penyusunan Alat Evaluasi Pembelajaran Daring
Meningkatkan Kemampuan Tenaga Pendidik Dalam Pemanfaatan Plat Form Office 365 Pada Pembelajaran Daring
Pembukaan Bimtek Diseminasi oleh bpk. Drs. Yuniarso Kwartono Adi, B.Sc Kasi SMA & SLB Cab Dinas Pendidikan Wil X dan sambutan bpk Wasono Ardi Saputro, MPd Kepala SMA N 1 Rawalo
Materi Mekanisme Tata Kelola Pembelajran Daring oleh bpk. Drs. Yuniarso Kwartono Adi, B.Sc Kasi SMA & SLB Cab Dinas Pendidikan Wil X
Materi Perangkat dan Penilaian Pembelajaran Daring Drs. Hery Pratomo, M.Pd Pengawas SMA Cab Dinas Pendidikan Wilayah X
Materi Kebijakan Dindikbud Prov Jateng oleh Drs. H. Tohar, M.Si Kepala Cab Dinas Pendidikan Wil X
Materi Microsoft Office 365 oleh bpk. Slamet Rijadi, M.Pd
Pandemi Covid-19 memaksa dihentikannya kegiatan belajar mengajar di banyak sekolah untuk digantikan dengan pembelajaran bermoda daring. Hal yang juga dialami oleh SMA Negeri 1 Rawalo. Keadaan ini juga berimbas pada batalnya kegiatanwisuda sekolah untuk tahun ajaran 2019/2020 ini. Padahal, acara wisuda adalah acara terakhir yang akan menjadi kenangan yang dapat sekolah persembahkan untuk para peserta didik dan orang tua.
Oleh karena itu, tanpa mengurangi esensi seremonial kegiatan wisuda, SMA Negeri 1 Rawalo melaksanakan acara wisuda ini melalui daring atau yang bisa disebut dengan wisuda virtual. Kegiatan Wisuda Virtual SMA Negeri 1 Rawalo ini diselenggarakan pada hari Kamis 23 Juli 2020
“Selamat dan Sukses kepada kalian kelas XII Tahun ajaran 2019/2020 yang kalian telah lulus 100 persen di tengah-tengah wabah yang sampai sekarang masih mewabah di negera tercinta ini” ujar pak Ardi.
Sebanyak 250 Peserta didik baru SMA Negeri 1 Rawalo mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah secara Daring (Dalam Jaringan) Melalui Aplikasi Zoom. Pada tahun pelajaran 2020/2021 Kegiatan MPLS Tersebut dilaksanakan pada tanggal 13 – 15 Juli 2020.
Pada hari pertama Peserta didik baru disuguhkan dengan Sambutan / Pengantar dari Kepala Sekolah melalui Channel Youtube SMA Negeri 1 Rawalo Banyumas. Pada hari ke 2 sudah mulai menggunakan Aplikasi Zoom dengan Materi Pengenalan stake holder dalam hal ini berupa pengenalan Struktur sekolah mulai dari Kepala Sekolah, wakil kepala sekolah, Wali Kelas serta dewan Guru dan Karyawan SMA Negeri 1 Rawalo. Pada hari terakhir diisi dengan pengenalan Profil sekolah berupa sarana prasarana, kegiatan kesiswaan dan kurikulum sekolah.
Kepala SMA Negeri 1 Rawalo Wasono Ardi Saputro, M.Pd. mengatakan, Kebijakan MPLS Secara Daring merupakan kebijakan pusat. Dimana sekolah belum bisa melaksanakan pembelajaran secara tatap muka karena Banyumas masih Zona kuning Covid – 19. “MPLS tetap berjalan seperti sediakala, namun dengan cara yang berbeda karena kita harus tetap waspada dengan menggunakan protokol kesehatan,” kata pak ardi.
Ardi berharap para siswa dan seluruh insan pendidikan tetap menjaga optimisme dan semangat selama proses pendidikan, meski harus dilakukan secara daring. Ardi juga mengajak seluruh masyarakat berdoa agar pandemi Covid-19 segera berakhir dan para siswa dapat mengikuti kembali belajar di sekolah. “Saya harap para siswa tetap bisa memulai tahun ajaran baru ini dengan semangat dan gembira meski dalam situasi yang masih darurat kesehatan,” ujarnya.